Analisa Proses Bisnis – Pertemuan 04 – Materi Perkuliahan

Gede Surya Mahendra - Home

Analisa Proses Bisnis – Pertemuan 04 – Materi Perkuliahan

Stiki Logo - Short

Mata Kuliah : Analisa Proses Bisnis

Kode Mata Kuliah : MKK-209

Program Studi : Teknik Informatika

STIMIK STIKOM Indonesia

PERTEMUAN 04

Untuk tampilan lebih baik, dapat mendownload file PDF pada link yang tersedia

Kemampuan Akhir yang Diharapkan:

Mahasiswa dapat menerapkan cara pengumpulan data primer dan data sekunder

Bahan Kajian:

  • Praktek pengumpulan data primer
  • Praktek pengumpulan data sekunder

Metode Pembelajaran:

  • Metode Problem Solving dengan sebuah objek penelitian

Pengalaman Pembelajaran:

  • Mahasiswa mencari kasus kemudian dapat membedakan data primer dan data sekunder mengenai proses bisnisnya

Kriteria Penilaian dan Indikator:

  • Kemampuan mengklasifikasik an jenis data dalam proses bisnis.

 

Download File Materi PDF

Download File Slide Perkuliahan PDF 

 

TINJAUAN

  1. Contoh Wawancara Wirausaha
  2. Penyimpulan Informasi Wawancara Wirausaha
  3. Contoh Wawancara Pedagang
  4. Penyimpulan Informasi Wawancara Pedagang
  5. Contoh Wawancara Industri Rumah Tangga
  6. Penyimpulan Informasi Wawancara Industri Rumah Tangga

MATERI

Contoh Wawancara Wirausaha

  • Mira: “Halo, selamat pagi. Saya Mira dari Universitas X yang sedang mengumpulkan banyak informasi terkait wirausaha dan pebisnis muda. Apakah Saya boleh mengajukan beberapa pertanyaan terkait bisnis yang sedang Anda jalani?”
  • Narasumber: “ Halo, Mira. Saya Saras. Ya, silakan.”
  • Mira: “Sejak kapan usaha ini berdiri?”
  • Narasumber: “Sejak satu tahun yang lalu.”
  • Mira: “Berapa modal awal yang digunakan untuk membuka usaha tersebut?”
  • Narasumber: “Modal awal yang dulu dikeluarkan sekitar Rp 2.500.000;”
  • Mira: “Berapakah keuntungan yang didapat dalam perhari?”
  • Narasumber: “dalam perhari mendapat keuntungan sekitar Rp 300.000 dari baju dan skincare lulullabi serta minyak telon bidara.”
  • Mira: “Mengapa memilih usaha ini?”
  • Narasumber: “karena usaha seperti ini dirasa akan terus eksis dalam waktu yang lama. Apalagi model pakaian yang ada di etalase juga terus mengikuti perkembangan zaman. Jadi cocok untuk anak muda yang pengen gaul dan fashionable.”
  • Mira: “Bagaimana cara pemasarannya”
  • Narasumber: “selama ini Saya hanya menggunakan bantuan dari media sosial untuk mempromosikan produk yang ada ke orang terdekat ataupun yang masih dalam lingkup satu kota. Tapi untuk memperluas jangkauan pasar dari produk yang saya jual, saya menggunakan bantuan e-commerce seperti shopee, bukalapak, dan juga tokopedia.”
  • Mira: “Apa hambatan dalam menjalankan usaha tersebut? Dan bagaimana cara untuk mengatasi hambatan yang diterima?”
  • Narasumber: “Lokasi pusat toko yang cukup jauh dari pusat kota terkadang menjadi hambatan dalam urusan COD ataupun DO. Tapi untuk mengakali masalah lokasi, Saya sering menyarankan pembeli untuk menggunakan jasa ekspedisi seperti JNE ataupun JnT. Kalau masalah ongkir (ongkos kirim), pihak toko juga sudah menyediakan program untuk subsidi ongkir itu.”
  • Mira: “Apa Suka duka saat menjalankan usaha tersebut?”
  • Narasumber: “sukanya yaitu jika ada borongan dari pembeli. Kadang produk yang saya jual sering dijual lagi sama pembelinya. Jadi barang yang ada di toko cepat restock model baru. Dukanya ya kadang kena hit n’ run. Pesennya lewat toko (online) tapi malah kabur setelah pesen.”
  • Mira: “Apakah pernah mengalami kegagalan saat menjalankan usaha tersebut yang menyebabkan ingin menyerah?”
  • Narasumber: “Dulu waktu awal-awal pernah kaya gitu. Masih sepi pembeli, tapi ya balik lagi ke niat awal, usaha lagi. Dan alhamdulillah sudah bisa lancar seperti sekarang.”
  • Mira: “terimakasih banyak atas waktu dan juga informasi yang sudah diberikan.”
  • Narasumber: “Sama-sama. Semoga informasi tadi bisa menjadi referensi yang bagus untuk tugas Anda, ya!”

Penyimpulan Informasi Wawancara Wirausaha

Pertanyaan Jawaban
Pendirian usaha 1 tahun yang lalu (2020)
Modal awal Rp. 2.500.000,-
Keuntungan perhari Rp. 300.000,-
Alasan usaha Eksis dalam waktu lama
Cara pemasaran Media social dan e-commerce
Hambatan usaha Kesulitan dalam cod dan do
Suka duka usaha Ada pesanan borongan, duka saat hit and run
Kegagalan usaha Tidak, usaha lancar

Contoh Wawancara Pedagang

  • Leo: “Selamat Sore, Bu. Saya Leo, apa saya boleh mewawancarai Ibu sebentar?”
  • Penjual: “Selamat Sore. Tentu saja boleh.”
  • Leo: “Terimakasih atas kesediaan ibu untuk menjawab beberapa pertanyaan yang akan saya ajukan. Pertama, saya ingin bertanya, sejak kapan Ibu memulai bisnis warung ini?”
  • Penjual: “Saya sudah mulai usaha ini puluhan tahun lalu, tapi kalau tanggal tepatnya saya tidak ingat. Maaf, Nak.”
  • Leo: “Kalau untuk barang yang tersedia di warung ini, ada apa saja ya, Bu?”
  • Penjual: “Ada beberapa makanan yang saya jual. Mulai dari gorengan, mie, rawon, krupuk, lodeh, dan beberapa jenis minuman hangat juga dingin.”
  • Leo: “Mengapa Ibu akhirnya memilih untuk membuka usaha warung ini?”
  • Penjual: “Dulu saya sempat kebingungan dengan pekerjaan apa yang akan saya lakoni. Saya ini cuman lulusan SD, Nak. Sulit untuk mencari kerja waktu itu. Tapi berhubung orang tua saya memiliki rumah yang cukup strategis dan juga mendapatkan warisan resep dari nenek saya, ya jadilah usaha warung ini”
  • Leo: “Lalu apakah Ibu mengelola warung ini sendirian?”
  • Penjual: “Tidak, Nak. Saya dibantu oleh beberapa karyawan, dan anak saya juga sering datang ke warung untuk membantu saya jika tidak memiliki tugas sekolah.”
  • Leo: “dimana tempat Ibu biasanya membeli bahan-bahan yang akan digunakan untuk berjualan?”
  • Penjual: “yang biasanya bertugas untuk belanja bahan-bahan itu anak saya, dia sering beli bahan di pasar senen ujung jalan itu.”
  • Leo: “warung Ibu ini kan sekarang sudah cukup eksis, lalu bagaimana cara ibu dulu dalam mempromosikan warung ini?”
  • Penjual: “kalau bicara soal promosi, saya hampir tidak pernah melakukannya. Lalu kalau masalah toko ini eksis dan ramai hingga saat ini, mungkin itu karena letaknya yang strategis. Karena biasanya orang-orang makan disini saat waktu-waktu tertentu, berangkat dan pulang dari pasar misalnya.”
  • Leo: “Terimakasih atas informasi yang telah anda berikan, Bu. Saya pamit pulang dulu, selamat sore, Bu”
  • Penjual: ˙Iya, Sama-sama, selamat sore.”

 

Penyimpulan Informasi Wawancara Pedagang

Pertanyaan Jawaban
Pendirian usaha Puluhan tahun yang lalu
Jenis barang dagangan Makanan seperti gorengan, mie, rawon, krupuk, lodeh, dan beberapa jenis minuman hangat juga dingin
Alasan berdagang Warisan resep dan keadaan
Pengelolaan dagang Terdapat karyawaan dan anak yang membantu berdagang
Sumber/ bahan baku berdagang Pasar
Cara promosi dagangan Letak tempat yang strategis membantu penjualan

Contoh Wawancara Industri Rumah Tangga

  • Indras: “selamat siang, Bu. Saya hendak mewawancarai Ibu terkait home industry yang Ibu rintis. Apa sekarang ibu ada waktu luang?”
  • Bu Titis: “selamat siang. Silakan, Nak.”
  • Indras: “jadi, semenjak kapan Ibu mulai merintis usaha ini? Dan bagaimana cara ibu memulainya?”
  • Bu titis: “mungkin semenjak 4 tahunan yang lalu saya mencoba bisnis ini. Bermula ketika saya ikut demo pembuatan selai, kemudian mencobanya sendiri di rumah. Ternyata keluarga banyak yang suka, kemudian saya mulai bereksperimen dengan bahan lain. Dan terciptalah rasa rasa baru yang lezat. Dari situ, saya mulai tawarkan ke kerabat dan sahabat dekat. Dan mereka malah menyarankan saya untuk membuka Toko. Dan alhamdulillah bisa sampai seperti sekarang ini”
  • Indras: “hingga saat ini, ada berapa varian yang ibu jajakan?”
  • Bu Titis: “kalau dihitung-hitung, mungkin sudah ada 54 varian rasa yang Kami sediakan.”
  • Indras: “lalu apakah ada bahan khusus yang digunakan dalam selai yang Ibu tawarkan. Karena rasanya benar-benar khas, sepertinya bahan khusus itu memang ada ya, Bu?
  • Bu Titis: “kalau bicara soal bahan khusus, saya tidak memilikinya. Kalau disinggung soal ke-khas-an dari rasanya ya Alhamdulillah berarti selai saya punya tempat khusus bagi masyarakat. Jujur saja, bahan yang saya gunakan untuk pembuatan selai ini cukup sederhana dan hampir semua orang mengetahuinya. Hanya saja Kami mengubah-ubah takarannya hingga seperti khas yang dibilang tadi.”
  • Indras: “apa harapan Ibu tentang usaha ini?”
  • Bu Titis: “saya berharap agar bisnis yang saya rintis ini bisa berkembang lebih maju lagi dan mampu memberikan banyak manfaat bagi orang sekitar.”
  • Indras: “terimakasih atas waktunya, Bu. Saya rasa wawancara ini sudah cukup.”
  • Bu Titis: “Sama-sama, Nak.”

Penyimpulan Informasi Wawancara Industri Rumah Tangga

Pertanyaan Jawaban
Pendirian IRT 4 tahun yang lalu (2016)
Cara memulai IRT Pelatihan pembuatan selai
Varian produk 54 varian rasa selai
Bahan khusus Tidak ada
Harapan usaha Tetap berkembang dan lebih maju lagi

Contoh Data Sekunder

Berikut ini adalah beberapa contoh-contoh data sekunder yang sering digunakan dalam penelitian.

  • Data kependudukan yang diambil dari Badan Pusat Statistik Nasional ataupun BPS regional
  • Data impor-ekspor yang diambil dari Bea Cukai dan otoritas pelabuhan terkait
  • Isu-isu suatu daerah yang didapatkan dari liputan di koran atau wawancara di kanal berita nasional
  • Data-data spesifik yang didapatkan dari riset terdahulu yang sudah diterbitkan dalam jurnal ilmiah
  • Isu-isu suatu daerah yang didapatkan dari kritik-kritik di media sosial seperti Twitter, Facebook, ataupun Instagram
  • Gambaran kondisi fisik suatu wilayah yang didapatkan dari peta
  • Arahan pengembangan suatu kawasan didapatkan dari RTRW dan RPJMD wilayah

Daftar Pustaka:

  • Kenneth E. Kendall. 2007. Analisis Dan Perancangan Sistem Edisi Kelima Jilid 1. Indeks.
  • Mathias Weske. 2007. Business Process Management (Concept, Language, Architectures). Springer
  • Martin Owen & Jog Raj. 2003. BPMN and Business Process Management. Popkin Software

 

 10 total views,  2 views today

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *