Analisa Proses Bisnis – Pertemuan 09 – Materi Perkuliahan

Gede Surya Mahendra - Home

Analisa Proses Bisnis – Pertemuan 09 – Materi Perkuliahan

Stiki Logo - Short

Mata Kuliah : Analisa Proses Bisnis

Kode Mata Kuliah : MKK-209

Program Studi : Teknik Informatika

STIMIK STIKOM Indonesia

PERTEMUAN 09

Untuk tampilan lebih baik, dapat mendownload file PDF pada link yang tersedia

Kemampuan Akhir yang Diharapkan:

Mahasiswa dapat memahami Business Process Reengineering

Bahan Kajian:

  • Konsep bisnis Process Reengineering
  • Cara-cara Business Process Reengineering

Metode Pembelajaran:

  • Metode inkuiri dengan topik Business Process Reengineering

Pengalaman Pembelajaran:

  • Menjabarkan masalah konsep dan cara Business Process Reengineering

Kriteria Penilaian dan Indikator:

  • Kemampuan menerangkan konsep dan cara Business Process Reengineering.

 

Download File Materi PDF

Download File Slide Perkuliahan PDF 

 

TINJAUAN

  1. Business Process
  2. Business Process Reengineering
  3. Definisi Business Process Reengineering
  4. Cara Melakukan Business Process Reengineering
  5. Penyebab Kegagalan Business Process Reengineering

MATERI

Business Process

Hammer, Michael and Champy, James. Reengineering the Corporation: A Manifesto for Business Revolution. (1993) p. 35. mendefinisikan business process: “As a collection of activities that takes one or more kinds of input and creates an output that is of value to the customer”, atau “Sebagai kumpulan kegiatan yang mengambil satu atau lebih jenis masukan dan menghasilkan keluaran yang bernilai bagi pelanggan”

Menurut Scherr (1993) dari IBM dalam jurnal sistem IBM “A New Approach to Business Processes”, business process pada dasarnya dibentuk dari Customer – Supplier Relationship yang dimana relationship ini dibentuk oleh dua faktor utama. Dua faktor tersebut adalah sebagai berikut.

    1. Customer – Supplier Commitment

Suatu komitmen yang kuat antara produsen dan kosumen adalah awal dari terciptanya relasi antara produsen dan konsumen yang akan membentuk suatu business process yang spesifik. Gambar di bawah ini menggambarkan mata rantai komitmen antara produsen dan konsumen.

    1. Customer – Supplier Communications

Menurut Scherr komitmen adalah hal dasar sebelum tercapainya suatu komunikasi yang baik. Ada empat tahap di dalam komunikasi ini, antara lain:

    • Komunikasi awal antara produsen dan konsumen
    • Negosiasi antara produsen dan konsumen
    • Kinerja produsen untuk memenuhi kesepakatan antara produsen dan konsumen pada tahap negosiasi
    • Kepuasan konsumen atas kinerja produsen.

Berdasarkan dua definisi diatas, Penulis mengambil kesimpulan bahwa business process adalah suatu aktivitas untuk memanfaatkan semua sumber daya yang ada untuk menciptakan suatu output yang dibutuhkan oleh konsumen

Business Process Reengineering

Sejalan dengan perkembangan waktu yang dimana banyaknya muncul teknologi baru, kompetitor baru, terjadinya perubahan regulasi pemerintah, maka akan mempengaruhi tingkat persaingan dalam memenangkan pasar, dan efisiensi menjadi hal yang mutlak dari perusahaan. Mungkin suatu perusahaan sudah mencapai tingkat efisiensi yang optimal pada awalnya, akan tetapi dengan perkembangan teknologi maka tingkat efisiensinya masih dapat ditingkatkan. Ataupun akibat dari regulasi pemerintah dan perubahan dari strategi bisnis maka business process yang tadinya sudah efisien kemungkinan akan menjadi tidak efisien.

BPR bertujuan untuk mempelajari business process di dalam perusahaan dan menganalisa faktor internal dan eksternal perusahaan yang akan mempengaruhi business process tersebut. Dan pada akhirnya apabila diperlukan maka akan dirancang suatu business process yang baru untuk meningkatkan efisiensi dari suatu business process yang sudah ada. Pada intinya BPR bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan kualitas.

Definisi Business Process Reengineering

Menurut Hammer, Michael and Champy, James dalam buku “Reengineering the Corporation: A Manifesto for Business Revolution. (1993) p. 35.” menyebutkan: “Increases in consumer requirements for both product and service efficiency and effectiveness has resulted in business process reengineering (BPR). The reengineering of business processes is concerned with fundamentally rethinking and redesigning business processes to obtain dramatic and sustaining improvements in quality, cost, service, lead-times, outcomes, flexibility and innovation “, atau “Meningkatnya kebutuhan konsumen untuk efisiensi dan efektivitas produk dan layanan telah menghasilkan rekayasa ulang proses bisnis (BPR). Rekayasa ulang proses bisnis berkaitan dengan secara fundamental memikirkan kembali dan mendesain ulang proses bisnis untuk mendapatkan peningkatan yang dramatis dan berkelanjutan dalam kualitas, biaya, layanan, waktu tunggu, hasil, fleksibilitas, dan inovasi.”

Menurut Al-Mashari and Zairi (2000, p.36) menyatakan para era informasi dalam melakukan suatu BPR kita harus mengikutsertakan IT: “….. a continuum of change initiatives with varying degrees of radicalness supported by IT means, at the heart of which is to deliver of which to deliver superior performance standards through establishing process sustainable capability”, atau “ … sebuah kontinum inisiatif perubahan dengan berbagai tingkat radikalitas yang didukung oleh sarana TI, yang intinya adalah memberikan standar kinerja yang unggul melalui pembentukan kemampuan proses yang berkelanjutan”.

Dan mereka menambahkan bahwa dalam suatu BPR harus diikutsertakan changes in people (behaviours and culture), processes and technology. Berdasarkan dua definisi diatas dapat disimpulakan bahwa BPR adalah suatu kegiatan untuk mengoptimalkan kembali business process yang sudah ada dengan memanfaatkan IT, jadi titik berat disini adalah pada proses bukan pada orang ataupun teknologinya, orang dan teknologi hanyalah sebagai faktor pendukung.

Cara Melakukan Business Process Reengineering

Dalam melakukan BPR kita memerlukan suatu metodologi yang tepat. Pada tabel di bawah ini kita dapat melihat beberapa metodologi yang umum digunakan.

Penyebab Kegagalan Business Process Reengineering

Sering kali terjadi suatu kegagalan dalam melakukan BPR pada suatu perusahaan, hal ini disebabkan:

    • Lebih mementingkan pemecahan masalah daripada melakukan suatu perubahan
    • Tidak akuratnya penetapan arah BPR
    • Terlalu cepat menyerah
    • Kepemimpinan yang tidak kuat
    • Kurangnya dukungan dari Top Management
    • Implementasi yang lambat
    • Terlalu fokus pada banyak proyek
    • Hanya berkonsentrasi pada perancangan bukan pada implementasi
    • Tidak optimalnya pemanfaatan sumber daya.

Daftar Pustaka:

  • Kenneth E. Kendall. 2007. Analisis Dan Perancangan Sistem Edisi Kelima Jilid 1. Indeks.
  • Mathias Weske. 2007. Business Process Management (Concept, Language, Architectures). Springer
  • Martin Owen & Jog Raj. 2003. BPMN and Business Process Management. Popkin Software

 

 48 total views,  2 views today

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *