DSS – Pertemuan 11 – Materi

Gede Surya Mahendra - Home

DSS – Pertemuan 11 – Materi

Stiki Logo - Short

Mata Kuliah : Decision Support System

Kode Mata Kuliah : MKB-219

Program Studi : Teknik Informatika

STIMIK STIKOM Indonesia

PERTEMUAN 11 DASAR TEORI PEMBANGUNAN DSS – PENERAPAN METODE MARCOS

Untuk tampilan lebih baik, dapat mendownload file PDF pada link yang tersedia

Mg Ke- Kemampuan Akhir yang Diharapkan Bahan Kajian Metode Pembelajaran Waktu Pengalaman Belajar Penilaian dan Indikator Bobot Penilaian (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
11 Mahasiswa dapat memaparkan dasar teori yang digunakan dalam pembangunan Decision Support System.
  • Ketepatan dalam memaparkan dasar teori yang digunakan dalam pembangunan DSS
  • Ketepatan dalam memaparkan model yang digunakan dalam pembangunan Decision Support System dan menggunakannya untuk penyelesaian masalah yang dihadapi.
  • Pembelajaran discovery dan diskusi dalam materi teori pembangunan DSS
[TM : 1 x (3×50”)]
  • Memaparkan dasar teori dalam pembangunan DSS dan model DSS yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan
  • Kemampuan memaparkan dasar teori dalam pembangunan DSS dalam menyelesaikan permasalaan sesuai dengan materi yang disampaikan
5%

Download File Materi PDF

Download File Slide Perkuliahan PDF 

TINJAUAN

  1. Landasan Teori
    1. Fungsi Teori dalam Penelitian
    2. Cara Menuliskan Landasan Teori
  2. Measurement Alternatives and Ranking according to COmpromise Solution (MARCOS)
  3. Langkah-Langkah Metode MARCOS
  4. Studi Kasus DSS Menggunakan Metode MARCOS
    1. Contoh Soal MARCOS / Identifikasi

Pembentukan matriks awal yang diperluas.

    1. Normalisasi matriks awal yang diperluas (N).
    2. Penentuan matriks berbobot
    3. Perhitungan tingkat utilitas alternatif .
    4. Penentuan fungsi utilitas alternatif .
    5. Beri peringkat alternatif.

MATERI

Landasan Teori

Landasan teori adalah salah satu bagian yang ada didalam suatu penelitian yang berisi tentang teori-teori dan juga hasil penelitian yang berasal dari studi kepustakaan. Bagian ini berfungsi sebagai kerangka teori yang digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan penelitian. Landasan teori juga dapat disebut sebagai kerangka teori. Secara umum, Kerangka Teori ini terdiri dari beberapa konsep beserta dengan definisi dan juga referensi yang akan digunakan untuk literatur ilmiah yang sangat relevan, teori yang digunakan untuk studi atau penelitian. Bagian ini harus memberikan pemahaman mengenai teori dan juga konsep yang relevan dengan topik penelitian yang dibahas dan yang berkaitan dengan bidang pengetahuan yang lebih luas yang sedang dipertimbangkan.

Fungsi Teori dalam Penelitian

Teori yang digunakan didalam penelitian memiliki beberapa fungsi, yaitu diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Berfungsi untuk meringkas dan juga menyusun pengetahuan yang ada didalam suatu bidang tertentu.
  • Berperan untuk memeberikan keterangan secara sementara tentang peristiwa dan juga hubungan-hubungan yang sedang diamati. Hal tersebut dilakukan dengan cara memberikan variabel-variabel yang saling berhubungan satu sama lain.
  • Berfungsi untuk merangsang adanya perkembangan pengetahuan baru dengan cara memberikan arahan ke penyelidikan yang selanjutnya.

Cara Menuliskan Landasan Teori

Dalam menuliskan landasan teori, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu, yaitu diantaranya sebagai berikut:

  • Terdapat nama dari pencetus teori.
  • Tuliskan tahun dan tempat pertama kali.
  • Berikan uraian ilmiah teori.
  • Hubungkan teori-teori yang ada dengan upaya penelitian guna mencapai tujuan atau target penelitian.

Disamping itu, didalam menyusun sebuah landasan teori terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang peneliti, yaitu diantaranya sebagai berikut:

  • Didalam penyusunan sebuah landasan teori, sebaiknya seorang peneliti memakai panduan yang berhubungan dengan berbagai permasalahan yang sedang diteliti dan juga panduan yang berisikan hasil penelitian sebelumnya.
  • Penulisan antar subbab yang lainnya harus tetap saling terhubung dengan jelas serta harus memperhatikan aturan-aturan dari penulisan pustaka.
  • Agar mendapatkan hasil penelitian yang baik dan benar, studi pustaka harus memenuhi prinsip kemutakhiran dan juga harus berhubungan dengan masalah penelitian.

Apabila memakai refrensi dengan beberapa edisi, maka yang harus digunakan adalah yang edisi terbaru, sedangkan apabila referensi sudah tidak diterbitkan lagi, maka referensi yang dipakai adalah yang terakhir diterbitkan. Untuk pengunaan jurnal sebagai bahan referensi, maka pembatasan tahun penerbitan tidak berlaku.

  • Semakin banyak sumber bacaan yang dibaca maka akan membuat kualitas penelitian yang dilakukan semakin baik, terlebih lagi sumber bacaan yang berasal dari teks book atau sumber lainnya yang misalnya dari jurnal, koran, artikel atau majalah, internet dan yang lainnya.
  • Podoman dari kerangka teori tersebut sangat berlaku untuk semua jenis penelitian apapun.
  • Teori yang ada didalam sebuah penilitian bukanlah sebuah pendapat pribadi seseorang, kecuali jika pendapat tersebut sudah tertulis didalam buku.
  • Untuk penelitian korelasional, pada bagian akhir dari kerangka teori telah disajikan model teori, model konsep (apabila diperlukan) dan juga model hipotesis pada subbab tersendiri. Namun, jika untuk penelitian studi kasus, hanya cukup dengan menyusun sebuah model teori dan juga memberikan keterangannya.

Model teori yang dimaksudkan diatas adalah sebuah kerangka pemikiran dari seorang penulis didalam suatu penelitian yang dilakukan olehnya. Kerangka tersebut bisa berupa kerangka ahli yang sudah ada, ataupun kerangka yang berdasarkan dengan teori pendukung yang ada.

Measurement Alternatives and Ranking according to COmpromise Solution (MARCOS)

Metode MARCOS diperkenalkan oleh Željko Stević, Dragan Pamučar, Adis Puška, dan Prasenjit Chatterjee pada tahun 2019, sehingga metode ini terbilang cukup baru dalam MADM. Metode MARCOS didasarkan pada pendefinisian hubungan antara alternatif dan nilai referensi (alternatif ideal dan anti ideal). Berdasarkan hubungan yang ditentukan, fungsi utilitas dari alternatif ditentukan dan peringkat kompromi dibuat dalam kaitannya dengan solusi ideal dan anti ideal. Preferensi keputusan ditentukan berdasarkan fungsi utilitas. Fungsi utilitas merepresentasikan posisi alternatif yang berkaitan dengan solusi ideal dan anti ideal. Alternatif terbaik adalah yang paling dekat dengan ideal dan pada saat yang sama terjauh dari titik referensi anti-ideal.

Langkah-Langkah Metode MARCOS

  1. Langkah 1: Pembentukan matriks pengambilan keputusan awal.

Model multi kriteria mencakup definisi dari sekumpulan n kriteria dan m alternatif. Dalam kasus pengambilan keputusan kelompok, sekumpulan ahli harus dibentuk untuk mengevaluasi alternatif sesuai dengan kriteria. Dalam kasus pengambilan keputusan kelompok, matriks evaluasi ahli digabungkan menjadi matriks pengambilan keputusan kelompok awal.

  1. Langkah 2: Pembentukan matriks awal yang diperluas.

Pada langkah ini, perpanjangan matriks awal dilakukan dengan mendefinisikan solusi ideal (AI) dan anti ideal (AAI).

Solusi anti ideal (AAI) merupakan alternatif terburuk sedangkan solusi ideal (AI) merupakan alternatif dengan karakteristik terbaik. Bergantung pada sifat kriteria, AAI dan AI ditentukan dengan menerapkan persamaan berikut:

  1. Kriteria keuntungan/ benefit

 

 

  1. Kriteria kerugian/ cost

 

 

  1. Langkah 3: Normalisasi matriks awal yang diperluas (X).

Elemen-elemen matriks yang dinormalisasi diperoleh dengan menggunakan persamaan berikut:

  1. Kriteria keuntungan/ benefit

 

  1. Kriteria kerugian/ cost

 

  1. Langkah 4: Penentuan matriks berbobot

Matriks berbobot diperoleh dengan mengalikan matriks yang dinormalisasi dengan koefisien bobot kriteria, berdasarkan persamaan berikut:

  1. Langkah 5: Perhitungan tingkat utilitas alternatif .

Derajat utilitas dari suatu alternatif dalam kaitannya dengan solusi anti-ideal dan ideal dihitung, dengan menerapkan persamaan berikut:

Dimana () mewakili jumlah elemen matriks berbobot , yang dihitung menggunakan persamaan:

  1. Langkah 6: Penentuan fungsi utilitas alternatif .

Fungsi utilitas adalah kompromi dari alternatif yang diamati dalam kaitannya dengan solusi ideal dan anti-ideal. Fungsi utilitas alternatif ditentukan oleh persamaan berikut:

dimana mewakili fungsi utilitas dalam kaitannya dengan solusi ideal, sedangkan mewakili fungsi utilitas dalam kaitannya dengan solusi anti-ideal.

Fungsi utilitas dalam hubungannya dengan solusi ideal dan anti ideal ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut:

  1. Langkah 7: Beri peringkat alternatif.

Pemeringkatan alternatif didasarkan pada nilai akhir dari fungsi utilitas. Suatu alternatif diharapkan memiliki nilai fungsi utilitas yang setinggi mungkin

Studi Kasus DSS Menggunakan Metode MARCOS

Contoh Soal MARCOS / Identifikasi

Pada bagian Promosi di perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan wisata ingin melakukan pemilihan terhadap objek wisata di daerahnya sebagai rekomendasi bagi tourist pemula dari mancanegara. Adapun objek wisata yang sedang di analisis terdapat 5 kandidat, dengan 4 kriteria penilaian. Kriteria tersebut adalah keindahan alam (C1), biaya (C2), kemananan (C3), dan sarana prasarana (C4). Berikut adalah data alternatif dan pembobotan untuk masing-masing objek wisata.

Tabel 11. 1 Data Alternatif dan Pembobotan Menggunakan MARCOS

Alternatif Keindahan Alam Biaya Keamanan Sarana Prasarana
C1 (Benefit) C2 (Cost) C3 (Benefit) C4 (Benefit)
Bobot = 0,10 Bobot = 0,15 Bobot = 0,45 Bobot = 0,30
A1 Wisata01 3 300 2 0,8
A2 Wisata02 4 250 2 0,75
A3 Wisata03 5 150 1 0,6
A4 Wisata04 3 250 3 0,7
A5 Wisata05 5 400 3 0,75

Pembentukan matriks awal yang diperluas.

 

Normalisasi matriks awal yang diperluas (N).

  1. Kriteria keuntungan/ benefit

; ; ;

;

; ; ;

;

; ; ;

;

  1. Kriteria kerugian/ cost

; ; ;

;

Penentuan matriks berbobot

; ;

; ;

 

; ;

; ;

 

; ;

; ;

 

; ;

; ;

 

Perhitungan tingkat utilitas alternatif .

;

;

;

;

;

;

Penentuan fungsi utilitas alternatif .

;

;

;

;

;

;

Beri peringkat alternatif.

Berikut ini adalah tabel perangkingan dari nilai bobot preferensi dari setiap alternatif. Adapun acuan dalam perangkingan ini adalah berdasarkan nilai tertinggi (max) yang dijadikan rangking tertinggi

Tabel 11. 2 Nilai Preferensi Menggunakan MARCOS

No Nama Alternatif Nilai Akhir Keterangan
1 A1 0,627 Peringkat ke-4
2 A2 0,641 Peringkat ke-3
3 A3 0,533 Peringkat ke-5
4 A4 0,736 Peringkat ke-2
5 A5 0,757 Peringkat ke-1

Gambar 11. 1 Nilai Preferensi Menggunakan MARCOS

Daftar Pustaka

  • Alinezhad, A., & Khalili, J. (2019). New Methods and Applications in Multiple Attribute Decision Making (MADM) (1st ed.). Switzerland: Springer.
  • Kusrini. (2007). Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan (1st ed.). Yogyakarta: Penerbit ANDI.
  • Nofriansyah, D., & Defit, S. (2017). Multi Criteria Decison Making (MCDM) pada Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta: DeePublish.
  • Turban, E., Aronson, J. E., & Liang, T.-P. (2007). Decision Support Systems and Intelligent Systems (7th ed.). New Delhi: Prentice-Hall, Inc.
  • Tzeng, G.-H., & Huang, J.-J. (2011). Multiple Attribute Decision Making, Method and Applications (1st ed.). Abingdon, UK: Taylor & Francis Group.

 

 26 total views,  2 views today

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *