DSS – Pertemuan 15 – Materi

Gede Surya Mahendra - Home

DSS – Pertemuan 15 – Materi

Stiki Logo - Short

Mata Kuliah : Decision Support System

Kode Mata Kuliah : MKB-219

Program Studi : Teknik Informatika

STIMIK STIKOM Indonesia

PERTEMUAN 15 PRESENTASI PROJECT DSS – PENGUJIAN HASIL PENELITIAN DSS

Untuk tampilan lebih baik, dapat mendownload file PDF pada link yang tersedia

Mg Ke- Kemampuan Akhir yang Diharapkan Bahan Kajian Metode Pembelajaran Waktu Pengalaman Belajar Penilaian dan Indikator Bobot Penilaian (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
15 Mahasiswa dapat mempre-sentasikan project pembangunan Decision Support System.
  • Ketepatan mampu mepresentasikan dan menjelaskan tentang project Decision Support System.
  • Pembelajaran Project Based Learning dalam mepresentasikan dan menjelaskan tentang project Decision Support System
[TM : 1 x (3×50”)]
  • Mampu merepre-sentasikan project pembangunan DSS
  • Kemampuan merepre-sentasikan project DSS
5%

Download File Materi PDF

Download File Slide Perkuliahan PDF 

TINJAUAN

  1. Evaluasi dan Validasi Data
  2. Confusion Matrix
  3. Uji Sensitivitas
  4. Presentasi Konsep/ Project

MATERI

Evaluasi dan Validasi Data

Hasil dari implementasi model data mining dan decision support system akan terdapat sebuah rule. Rule yang dihasilkan akan digunakan sebagai dasar prediksi nilai yang akan dilakukan. Sebelumnya, rule tersebut harus dievaluasi dan divalidasi sehingga diketahui seberapa akurat hasil prediksi yang akan dilakukan. Dalam decision support system, pengujian data yang sering digunakan adalah pengujian menggunakan confusion matrix dan uji sensitivitas. Confusion matrix digunakan untuk membandingkan antara data yang didapatkan berdasarkan hasil dari perhitungan manual atau hasil dari perhitungan sistem yang dibandingkan dengan data asli yang ada di lapangan. Uji sensitivitas digunakan untuk menguji metode MADM yang erat dengan perangkingan dengan mengubah scenario pembobotan kriteria sehingga mendapatkan kondisi tertentu yang akan menunjukkan seberapa sensitif sebuah metode MADM (perangkingan) terhadap perubahan pembobotan kriteria.

Confusion Matrix

Confusion matrix adalah suatu metode yang biasanya digunakan untuk melakukan perhitungan akurasi pada konsep data mining atau decision support system. Pada pengukuran kinerja menggunakan confusion matrix, terdapat 4 (empat) istilah sebagai representasi hasil proses klasifikasi. Keempat istilah tersebut adalah True Positive (TP), True Negative (TN), False Positive (FP) dan False Negative (FN). Nilai True Negative (TN) merupakan jumlah data negatif yang terdeteksi dengan benar, sedangkan False Positive (FP) merupakan data negatif namun terdeteksi sebagai data positif. Sementara itu, True Positive (TP) merupakan data positif yang terdeteksi benar. False Negative (FN) merupakan kebalikan dari True Positive, sehingga data positif, namun terdeteksi sebagai data negatif.

Gambar 15. 1 Confusion Matrix

 

Precision (Presisi) adalah data yang diambil berdasarkan informasi yang kurang. Dalam klasifikasi biner, presisi dapat dibuat sama dengan nilai prediksi positif. Berikut ini adalah aturan presisi.

Recall adalah data penghapusan yang berhasil diambil dari data yang relevan dengan query. Dalam klasifikasi biner, recall dikenal sebagai sensitivitas. Munculnya data relevan yang diambil adalah menyetujui dengan query dapat dilihat dengan recall. Berikut ini adalah peran recall.

Accuracy (Akurasi) adalah persentase dari total data yang diidentifikasi dan dinilai. Berikut ini adalah aturan akurasi.

Error Rate adalah ukuran kesalahan klasifikasi dari total data, Berikut ini adalah aturan Error Rate.

Uji Sensitivitas

Uji sensitivitas merupakan proses untuk menghasilkan perbandingan antar metode Multiple Attribute Decision Making. MADM merujuk kepada pembuatan keputusan terhadap seleksi beberapa opsi yang masing-masing memiliki multiple attribute dan antar atribut saling konflik. Semakin sensitif perubahan dalam ranking setiap metode, maka metode tersebut yang paling optimal.

Pada basis pengetahuan yang telah dibangun, hubungan antara setiap alternatif dengan setiap atribut dalam basis pengetahuan yang merupakan nilai probabilitas munculnya atribut jika diberikan atlernatif tertentu, diwujudkan dalam matriks X berukuran m x n.

Proses pengujian sensitivitas akan dilakukan dengan cara mencari derajat sensitivitas setiap atribut terhadap hasil perangkingan pada setiap metode penyelesaian MADM. Derajat sensitivitas (sj) setiap atribut diperoleh melalui langkah-langkah sebagai berikut:

    1. Tentukan semua bobot atribut, wj = 1 (bobot awal), dengan j = 1, 2, …, jumlah atribut.
    2. Ubah bobot suatu atribut dalam range 1 – 2, misalkan dengan menaikkan nilai bobot sebesar 0,1; sementara bobot atribut lainnya masih tetap bernilai 1.
    3. Normalisasi bobot atribut tersebut dengan cara membentuk nilai bobot sedemikian hingga Σw = 1.
    4. Aplikasikan metode, untuk bobot-bobot atribut yang telah dibentuk pada langkah (3).
    5. Hitung persentase perubahan ranking dengan cara membandingkan berapa banyak perubahan rangking yang terjadi jika dibandingkan dengan kondisi pada saat bobotnya sama (bobot = 1).

Presentasi Konsep/ Project

Materi presentasi adalah aspek yang paling penting dalam pengajuan konsep project, dalam hal ini Project Marketing Communication Program, Branding & Promotion atau hanya sekadar presentasi program tugas akhir dan skripsi. Semua berawal dari apa yang diajukan dan aplikasi-aplikasi yang di tawarkan dalam presentasi. Ketika sebuah presentasi awal sudah memikat, maka berikutnya proposal yang diajukan akan lebih mudah untuk pelajari dan dipertimbangkan oleh Klien/Manajemen atau mampu menarik minat dosen pembimbing dan dosen penguji. Ada beberapa hal yang harus dipahami dulu sebelumnya sebelum mempersiapkan sebuah presentasi:

Mengetahui Tujuan Presentasi

Terdapat beberapa pertanyaan yang dapat membantu dalam mengetahui tujuan presentasi, sebagai berikut:

  • Presentasi itu untuk apa?
  • Apakah sebuah Program Markom dari awal?
  • Apakah re-branding program?
  • Apakah mungkin informasi tentang sistem atau aplikasi baru?
  • Apakah launching sebuah program/ produk baru?
  • Apakah event entertainment?
  • Apakah presentasi tugas akhir atau skripsi?
  • Siapakah target audience yang ada (Segmented)?
  • Bagaimana kebiasaan interaksi mereka (Culture)?

Beberapa hal ini inti dari “Mau menghasilkan apa dan untuk siapa?”

Diferensiasi Materi

Materi konsep yang dibuat berbeda dengan yang biasa diketahui audience ini adalah kunci dari respon bagus yang akan didapat dalam presentasi. Poin-poin yang memberikan hasil atau keunggulan yang berbeda dengan kompetitor lain. menawarkan solusi khusus sebagai bagian dari keunggulan produk. ini suatu hal yang sangat menarik untuk diketahui audience. Diferensiasi tidak hanya dari hal-hal tentang produk.

Sebuah presentasi yang dirancang sedemikian rupa sehingga membuat momentum untuk menjelaskan sebuah kehebatan dengan cara yang unik, simpel dan mengejutkan seperti ketika Steve Job memperkenalkan Notebook paling tipis didunia, dia mempresentasikannya dengan mengeluarkan notebook dari sebuah amplop biasa. Dengan mengeluarkan notebook tadi dari dalam amplop, maka penjelasan tentang notebook yang tipis menjadi sempurna. Tidak diperlukan ukuran teknis lagi untuk menjelaskannya. Momen inilah yang membuat presentasi tersebut menjadi spektakuler

Susunan Materi untuk membuat materi presentasi, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah urut-urutan materi yang akan disampaikan. Presenter bisa mengunakan struktur presentasi hanya dengan inti kerangka sederhana. dan selalu mengutamakan poin-poin yang tidak banyak (3-5 points) poin-poin yang sedikit ini mempermudah audience menangkap, memahami dan mengingat kembali apa-apa keunggulan atau inti materi yang harus mereka ingat.

    1. Pembukaan

Hal-hal dasar tentang masalah yang sedang dihadapi dan mengapa dilakukan program ini serta target yang diharapkan.

    1. Isi Presentasi

Poin-poin persiapan dan deskripsi langkah-langkah eksekusi, Personal in Charge serta tools yang menentukan pelaksanaan program. Ilustrasi-ilustrasi pendukung dari item-item tertentu yang harus divisualisasikan. S.O.P dalam pelaksanaan yang akan menjaga project berjalan sesuai keinginan dan time table on progress sebagai indikator dan monitoring pelaksanaan.

    1. Result/ Hasil

Berisi kesimpulan dari tujuan materi, menjelaskan kembali hasil yang akan didapat (kalau perlu penjelasan kemungkinan perbedaan hasil dan solusinya) serta keterangan Call to Action.

Penekanan-Penekanan Kata Pada Materi Utama

Penekanan kata itu seperti sebuah straight hit atau penegasan sebuah cara, penekanan kata seperti ; “Satu-satunya pilihan..” atau “Inilah solusi paling tepat..” akan memberikan penegasan kepada audience bahwa tidak ada yang perlu diragukan dari konsep yang ditawarkan dan memberikan keterikatan pemikiran yang terfokus pada saat itu.

Flat Design Page

Sebuah page/slide yang baik adalah yang sederhana tapi dengan visualisasi yang kuat, tepat sasaran, dan membantu audiens menangkap dengan cepat gagasan yang ingin disampaikan. Flat design adalah gaya desain yang dibuat dengan bentuk datar (dua dimensi).

Mengedepankan kesederhanaan dan kejelasan dengan menambahkan elemen-elemen (icon) sederhana (No Backgound image/template) dan menghilangkan hiasan-hiasan yang tidak diperlukan seperti efek bayangan, efek gradasi, efek tiga dimensi atau yang lainnya.

Design yang polos datar (flat) tapi dengan font yang simpel-khas akan membantu audiens mudah memahami pesan dengan cepat, hanya elemen-elemen sederhana sebagai pembantu mengilustrasikan materi dengan mudah. Maka slide page akan memiliki white space atau ruang kosong yang cukup untuk penempatan teks. Ini akan membuat tampilan slidepage sangat jelas, sehingga fokus audiens akan selalu tetap terjaga.

Gunakan Gambar yang Berkualitas dan Proporsional

Gambar yang baik untuk slide harus memiliki resolusi yang baik. Sehingga ketika ditampilkan ke layar tidak pecah atau kabur. kalaupun akan menggunakan gambar dari google image, pilihlah image yang beresolusi cukup besar( namun agar berhati-hati dengan lisensi/copyright dari penggunaan image tersebut).

Proporsional gambar juga harus dijaga, jangan menjadi gepeng atau meninggi, ini merusak materi-materi teks secara keseluruhan menjadi tampilan yang tidak profesional.

Angka-Angka yang Bermakna Kuat

Jika punya data berupa angka yang dapat menunjang presentasi, manfaatkanlah secara optimal, tidak terlalu banyak. walau sedikit tetapi aktual. Memberikan data melalui angka, terutama apabila angka yang disampaikan cukup signifikan, biasanya akan menarik perhatian pendengar dan penasaran untuk terus menyimak. Bantu Audiens Memahami Statistik dan Data. Ada cara yang lebih mudah memahami data statistik ini dengan perbandingan rasio dengan bentuk-bentuk lain atau contoh gambar-gambar yang seukuran.

Ingat, kadang audiens tidak peduli dengan angka yang ditampilkan. Melainkan mereka peduli dengan cerita atau contoh perbandingan di balik angka tersebut.

Siapkan Kalimat Pembuka yang Memukau

Biasakan sebelum memulai keseluruhan materi, presenter dapat menjelaskan dahulu poin-poin penting yang ingin disampaikan. Ini akan memberikan panduan yang jelas di awal presentasi dan akan mengikuti alur sesuai garis besar yang disampaikan, ini membantu audience lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

Tahap selanjutnya adalah sikap membuka komunikasi kepada audience dengan melontarkan pertanyaan yang tidak umum dan mengejutkan. Pertanyaan ini akan segera melibatkan perhatian pemirsa dan akan membaut pemirsa berpikir mencari jawabannya, maka secara otomatis menarik pikiran mereka untuk terlibat.

Terdapat satu rahasia penting di balik sebuah presentasi yang memukau, yaitu bagaimana menciptakan cerita atau riwayat (flashback story) di balik sebuah presentasi. Semua orang suka dengan cerita. Dan presentasi yang memiliki cerita di dalamnya akan selalu dikenang audiens. Alasannya sederhana, suatu cerita akan mudah diingat. Audiens akan ingat cerita dari presenter dan pikiran akan selalu terfokus pada cerita itu walau sampai diakhir presentasi.

Demostrasi Proses dan Hasil

Mari kembali pada diferensiasi materi dimana presenter dapat memberikan momentum yang berbeda dan mengejutkan dan tanpa diduga. Buatlah demonstrasi produk tersebut baik itu cara kerja, hasil yang akan dibuat maupun kondisi fisik dari produk itu sendiri, tampilkan dengan cara yang benar-benar tidak seperti biasa. pikirkan dan ciptakan momentum kejutan yang akan menjadi momen paling diingat oleh audiens dan mampu menjelaskan apa sebenarnya yang diinginkan kepada audiense.

Keberhasilan sebuah presentasi tidak dibuat asal jadi atau tanpa persiapan yang matang. Tapi Passion (semangat/gairah) yang diciptakan serta kesungguhan untuk menampilkannya secara menarik akan menghasilkan pemahaman yang mudah dan tentu saja respon yang positif dari Audience/klien dibalik kesuksesan presentasi dan penawaran yang diajukan.

Daftar Pustaka

  • Alinezhad, A., & Khalili, J. (2019). New Methods and Applications in Multiple Attribute Decision Making (MADM) (1st ed.). Switzerland: Springer.
  • Kusrini. (2007). Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan (1st ed.). Yogyakarta: Penerbit ANDI.
  • Nofriansyah, D., & Defit, S. (2017). Multi Criteria Decison Making (MCDM) pada Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta: DeePublish.
  • Turban, E., Aronson, J. E., & Liang, T.-P. (2007). Decision Support Systems and Intelligent Systems (7th ed.). New Delhi: Prentice-Hall, Inc.
  • Tzeng, G.-H., & Huang, J.-J. (2011). Multiple Attribute Decision Making, Method and Applications (1st ed.). Abingdon, UK: Taylor & Francis Group.

 

 28 total views,  2 views today

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *