Human Computer Interaction (HCI) – Pertemuan 11 – Materi

Gede Surya Mahendra - Home

Human Computer Interaction (HCI) – Pertemuan 11 – Materi

Stiki Logo - Short

ata Kuliah : Human Computer Interaction

Kode Mata Kuliah : MKK-224

Program Studi : Teknik Informatika

STIMIK STIKOM Indonesia

PERTEMUAN 11

Untuk tampilan lebih baik, dapat mendownload file PDF pada link yang tersedia

Kemampuan Akhir yang Diharapkan:

Mahasiswa mampu memahami Sistem Identifikasi Pengguna dan Tujuan.

Bahan Kajian:

  • Sistem Identifikasi Pengguna dan Tujuan

Metode Pembelajaran:

  • Cooperative learning dengan bahan kajian Sistem Identifikasi Pengguna dan Tujuan

Pengalaman Pembelajaran:

  • Diskusi mengenai Sistem Identifikasi Pengguna dan Tujuan

Kriteria Penilaian dan Indikator:

  • Kemampuan memberikan pendapat terkait materi yang dibahas.

 

Download File Materi PDF

Download File Slide Perkuliahan PDF 

 

TINJAUAN

  1. Pengertian Website
    1. Website Statis
    2. Website Dinamis
    3. Website Interaktif
  2. Website Statis dan Dinamis
    1. Perbedaan Database Yang Digunakan
    2. Perbedaan Konten
    3. Perbedaan Ukuran
    4. Perbedaan Desain
    5. Perbedaan Interaksi Pemilik Website
    6. Perbedaan Interaksi Pengunjung Situs
    7. Perbedaan Pembuatan Awal
    8. Perbedaan Bahasa Pemograman
    9. Perbedaan Perubahan Situs
    10. Perbedaan Penggunaan
  3. Penggunaan Website
  4. Mengorganisasikan Isi Website
  5. Unsur-Unsur Lain dalam Website
    1. Nama domain
    2. Analisis website

MATERI

Pengertian Website

Website adalah kumpulan dari halaman – halaman situs, yang terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam World Wide Web (WWW) di dalam Internet.

Jenis jenis Website

Website Statis

Web statis adalah website yang mana pengguna tidak bisa mengubah konten dari web tersebut secara langsung menggunakan browser. Interaksi yang terjadi antara pengguna dan server hanyalah seputar pemrosesan link saja. Halaman-halaman web tersebut tidak memliki database, data dan informasi yang ada pada web statis tidak berubah- ubah kecuali diubah sintaksnya. Dokumen web yang dikirim kepada client akan sama isinya dengan apa yang ada di web server.

Contoh dari web statis adalah web yang berisi profil perusahaan. Di sana hanya ada beberapa halaman saja dan kontennya hampir tidak pernah berubah karena konten langsung diletakan dalam file HTML saja.

Website Dinamis

Dalam web dinamis, interaksi yang terjadi antara pengguna dan server sangat kompleks. Seseorang bisa mengubah konten dari halaman tertentu dengan menggunakan browser. Request (permintaan) dari pengguna dapat diproses oleh server yang kemudian ditampilkan dalam isi yang berbeda-beda menurut alur programnya. Halaman-halaman web tersebut memiliki database. Web dinamis, memiliki data dan informasi yang berbeda-beda tergantung input apa yang disampaikan client. Dokumen yang sampai di client akan berbeda dengan dokumen yang ada di web server.

Contoh dari web dinamis adalah portal berita dan jejaring sosial. Lihat saja web tersebut, isinya sering diperbaharui (di-update) oleh pemilik atau penggunanya. Bahkan untuk jejaring sosial sangat sering di-update setiap harinya.

Website Interaktif

Website interaktif adalah pengembangan lebih lanjut website dinamis. Dimana dalam website interaktif terjadi komunikasi dua arah antara pengunjung dan pengurus website atau antara pengunjung dengan sesama pengunjung. Contoh: website interaktif Facebook, Twitter, dll.

Website Statis dan Dinamis

Perbedaan Database Yang Digunakan

Perbedaan antara kedua website ada pada bagian database website tersebut. Database merupakan sesuatu hal penting yang biasanya berguna untuk menyimpan suatu data. Pada website statis hal ini tidak terlalu diperlukan oleh para pengguna website dikarena para pengguna tidak perlu melakukan penyimpananan berbagai macam data yang penting maupun memproses data yang dibutuhkan pada website ini.

Berbeda dengan website statis, website dinamis memerlukan suatu database untuk melakukan penyimpanan data atau memproses data. Database yang biasanya digunakan oleh pengguna website dinamis adalah Oracel dan MySQL.

Perbedaan Konten

Konten adalah hal penting dari suatu website yang menjadi isi dan daya tarik website untuk meningkatan jumlah pengunjung. Website akan menjadi semakin menarik jika selalu memiliki banyak konten yang kekinian dan juga update. Mengingat pentingnya konten ini membuat para pengguna website harus secara rajin memperbaharui konten di dalam website.

Konten juga merupakan pembeda antara website dinamis dan statis. Website statis memiliki konten yang jarang sekali diupdate atau diubah sedangkan website dinamis memungkinkan para pemilik atau pengguna website ini untuk melakukan pembaharuan konten di dalam website.

Perbedaan Ukuran

Perbedaan website statis dan dinamis yang selanjutnya adalah pada jenis ukuran kedua website ini. Website statis memiliki ukuran yang lebih kecil karena sistem pemograman dalam website ini tidaklah terlalu rumit. Ukuran website statis yang kecil dan bahasa pemograman yang tidak terlalu rumit membuat website ini lebih cepat saat diakses oleh para pengguna website.

Website dinamis memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan website statis dikarenakan bahasa dan sistem pemograman lebih kompleks sehingga pada saat diakses memerlukan waktu yang sedikit lebih lama.

Perbedaan Desain

Desain website yang beranekaragam tentu menjadi hal yang menarik bagi pemilik dan pengguna website tersebut. Ternyata desain juga menjadi pembeda antara kedua jenis website ini. Website statis memiliki desain yang sangat sederhana bahkan desain-desain yang tersedia juga sangatlah klasik.

Berbeda dengan website statis yang memiliki desain klasik, website dinamis ini memiliki desain yang lebih beranekaragam dan juga kekinian. Anda bisa menambahkan berbagai animasi tambahan untuk mempercantik tampilan website. Namun kembali lagi dengan keahlian pemilik website untuk melakukan perubahan desain sehingga website lebih menarik.

Perbedaan Interaksi Pemilik Website

Para pemilik website tentu memiliki tujuan tertentu pada saat membuat suatu website. Website statis biasanya dibuat untuk jangka waktu yang cukup lama sehingga para pemilik website ini tidak perlu melakukan banyak perubahan berarti terhadap website namun untuk website dinamis yang biasanya ditujukan untuk keperluan komersil memerlukan banyak perubahan yang dilakukan untuk melakukan pemberharuan pada website yang dimilikinya.

Perbedaan Interaksi Pengunjung Situs

Website statis dan dinamis juga memiliki perbedaan dalam hal interaksi dengan pengunjung website tersebut. Website statis hanya bisa mengakses dan juga menikmati website tersebut tanpa bisa melakukan suatu perubahan sehingga website statis ini dianggap kurang interaktif.

Pada website dinamis sendiri para visitor akan bisa melakukan interaksi dengan website baik login maupun melakukan perubahan di dalam konten. Oleh karena itu website dinamis dianggap lebih interaktif dibandingkan dengan website statis.

Perbedaan Pembuatan Awal

Membuat website memang bukan hal yang sangat sulit namun tidak semua orang dapat melakukannya dengan mudah. Proses pembuatan website ini juga menjadi hal yang membedakan antara website statis dan website dinamis.

Pada saat membuat website statis anda akan lebih mudah dikarenakan tidak memiliki banyak bahasa pemograman lain halnya dengan website dinamis dimana anda harus mendirikannya dari nol dengan waktu pembuatan yang lama hampir satu bulan. Namun tidak perlu khawatir karena saat ini sudah banyak template yang bisa digunakan untuk mempercantik website anda.

Perbedaan Bahasa Pemograman

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa bahasa pemograman dari website statis dan website dinamis adalah berbeda. Website statis memiliki bahasa pemograman yang lebih sederhana yaitu hanya CSS dan juga HTML sedangkan bahasa pemograman website dinamis lebih banyak ragamnya seperti PHP, HTML, CSS, Javascript dan juga ASP.

Perbedaan Perubahan Situs

Tingkat perubahan pada kedua jenis website ini juga memiliki perbedaan yang mencolok. Anda sebagai pemilik website dinamis akan memerlukan banyak energi tambahan jika ingin melakukan perubahan karena harus melakukan perubahan pada setiap halaman website, lain halnya dengan anda yang memiliki website akan dengan mudah melakukan berbagai macam perubahan walaupun website tersebut memiliki ratusan halaman website.

Perbedaan Penggunaan

Perbedaan website statis dan dinamis yang terakhir adalah bagian kegunaan website tersebut. Website statis biasanya digunakan sebagai situs penjualan dimana konten yang ada di dalamnya hanya ada produk dan juga kontak dari pemilik website yang bisa dihubungi. Sedangkan website dinamis ini memliki banyak kegunaan seperti toko online, situs sosial media yang memungkinkan banyak terjadi interaksi.

Penggunaan Website

Fungsi Website:

  • Fungsi komunikasi
  • Fungsi informasi
  • Fungsi entertainment
  • Fungsi transaksi

Tujuan Website:

  • Memperluas jangkauan promosi
  • Media tanpa batas
  • Promosi terluas
  • Media pengenalan perusahaan
  • Sebagai media promosi

Mengorganisasikan Isi Website

Membangun Sebuah Situs

Model Proses:

  • Mengidentifikasi Objektif
  • Membangun sebuah daftar topic
  • Organisasi isi
  • Menyediakan struktur
  • Perubahan Isi

5 Kegunaan Atribut

  • Isi yang bersifat teks
  • Rancangan Grafis
  • Navigasi
  • Struktur
  • Link

Unsur-Unsur Lain dalam Website

Nama domain

Nama domain atau biasa disebut dengan Domain Name atau URL adalah alamat unik di dunia internet yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah website, atau dengan kata lain domain name adalah alamat yang digunakan untuk menemukan sebuah website pada dunia internet.

Salah satu format standar nama yang digunakan adalah sebagai berikut : nama-protokol:/nama- host/path/nama-file

Contoh nama domain ber-ekstensi lokasi Negara Indonesia adalah :

  • .co.id : Untuk Badan Usaha yang mempunyai badan hukum sah
  • .ac.id : Untuk Lembaga Pendidikan
  • .go.id : Khusus untuk Lembaga Pemerintahan Republik Indonesia
  • .mil.id : Khusus untuk Lembaga Militer Republik Indonesia
  • .or.id : Untuk segala macam organisasi yand tidak termasuk dalam kategori “ac.id”,”co.id”,”go.id”,”mil.id” dan lain lain
  • .war.net.id : untuk industri warung internet di Indonesia
  • .sch.id : khusus untuk Lembaga Pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan seperti SD, SMP dan atau SMU
  • .web.id : Ditujukan bagi badan usaha, organisasi ataupun perseorangan yang melakukan kegiatannya di World Wide Web.

Analisis website

Web Analytics adalah alat yang digunakan dalam upaya pemasaran online dengan menganalisa, mengevaluasi, dan mengukur data kunjungan (traffic), waktu kunjungan, geografis pengunjung, dan data penting lainnya dari sebuah situs web.

Langkah yang diperlukan untuk menciptakan dan mengimplementasikan strategi web analytics services yang efektif:

    1. Google Web Optimizer

Google Website Optimizer adalah alat pengoptimal situs web yang membantu meningkatkan tingkat konversi dan kepuasan pengunjung secara keseluruhan dengan terus-menerus menguji berbagai kombinasi konten situs web.

Search Engine Optimization (SEO), atau optimasi website adalah proses membuat perubahan pada website untuk mendapatkan peringkat yang lebih tinggi pada Search Engine Result Page (SERP).

Cara optimasi website untuk meningkatkan traffic pengunjung

    • Milikilah waktu menulis dan berbagi
    • Cara optimasi website dengan membuat internal link
    • Cara optimasi website dengan Link building
    • Memiliki peta situs / sitemap
    • Cara Optimasi website dengan memperhatikan faktor penting pada artikel.
    1. Social Media Analytics

Social Media analisis adalah suatu kegiatan untuk mengumpulkan data-data baik dari blog, dan social media lainnya untuk kemudian di analisa agar dapat diambil suatu keputusan bisnis. Pada dasarnya ide dasarnya adalah untuk mengukur sentimen terhadap suatu produk atau layanan. Sebenarnya sama seperti Business Intelejen Tool lain namun dikhususkan untuk social media

Dalam social media analisis adalah menentukan tujuan dari pengumpulan data tersebut, misalnya saja tujuan yang umum adalah meningkatkan keuntungan, mengurangi biaya, mendapatkan feedback dari suatu produk atau jasa. Kalau sudah di identifikasi maka bisa dimunculkan KPI (Key Performance Indicator) yang secara obyektif mengevaluasi data yang masuk. Contohnya mengukur penambahan dan pengurangn jumlah follower account twitter organisasi tertentu, jumlah re tweet dan mentions nama perusahaan itu.

    1. Heat Maps

Heatmap adalah salah satu alat visualisasi terbaik untuk data poin yang padat. Heatmaps digunakan untuk memudahakan dalam pengidentifikasian cluster dimana ada konsentrasi tinggi suatu aktifitas. Heatmap juga berguna dalam cluster analysis atau hotspot analysis

    1. Funnel Optimization

Funnel Optimization adalah untuk membantu memulai dan menyempurnakan akuisisi, konversi, dan retensi pengguna. Bertujuan untuk tujuan yang terukur dan kemudian secara sistematis mengatasi setiap langkah dalam corong. Menerapkan, menguji, dan mengukur iterasi pada bagian-bagian tertentu dari corong atau strategi pemasaran yang sesuai akan membutuhkan waktu, seperti halnya peningkatan evolusi lainnya pada produk atau layanan. Pada akhirnya, mungkin mendekati secara substansial untuk mencapai alternatif terbaik, tetapi keadaan yang berkembang akan membutuhkan upaya terus menerus.

    1. Goal Tracking

Goals on Track adalah aplikasi berbasis web dan seluler yang membantu pengguna mengembangkan dan mempertahankan sasaran berdasarkan tren penetapan tujuan SMART (spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis, dan tepat waktu). Aplikasi ini membantu memecah tujuan besar menjadi bongkahan yang lebih kecil sehingga tidak berlebihan, menawarkan animasi unik dan pelacakan offline sehingga dapat melacak berapa lama Anda habiskan untuk menyelesaikan tugas.

    1. Identify Traffic Sources

Memahami jenis sumber lalu lintas:

    • Kunjungan melalui pencarian Organik: Hasil ini adalah daftar pada halaman hasil mesin pencari yang muncul karena relevansinya dengan istilah pencarian, yang bertentangan dengan iklan mereka.
    • Kunjungan melalui Lalu Lintas Langsung: Lalu lintas langsung adalah orang yang mengetikkan nama domain atau orang yang memiliki situs yang ditandai dan mengakses situs menggunakan bookmark di browser mereka (yaitu favorit).
    • Kunjungan melalui Lalu Lintas Rujukan: Lalu lintas rujukan digunakan untuk menggambarkan pengunjung ke situs Anda yang berasal dari tautan langsung di situs web lain, bukan langsung atau dari pencarian. Misalnya, situs lain yang menyukai apa yang Anda katakan atau jual dapat memposting tautan yang merekomendasikan situs Anda. Anda juga dapat mencoba mengarahkan lalu lintas rujukan Anda sendiri dengan meninggalkan tautan di blog atau forum lain yang telah Anda ikuti.
    • Kunjungan melalui Lalu Lintas Berbayar: Ini hanyalah aliran lalu lintas ke situs web Anda melalui iklan yang Anda bayar untuk ditampilkan di saluran seperti AdWords, Iklan Banner / Tautan di situs pihak ketiga, mensponsori acara online, dll.

Selain Google Analytics alat analitik alternatif adalah Threat Engagement Analytics (TEA). Perangkat Lunak TEA adalah solusi manajemen kualitas lalu lintas yang memberikan wawasan yang dapat untuk ditindaklanjuti untuk kinerja lalu lintas klik. TEA memberikan skor ancaman pengunjung untuk semua pengunjung dan skor keterlibatan hanya untuk pengunjung nyata. TEA juga dapat mengidentifikasi lalu lintas yang tidak valid yang dapat ditelusuri kembali ke sumbernya sehingga memberi Anda akses instan ke informasi spesifik dan dapat ditindaklanjuti yang memungkinkan pengambilan keputusan cepat, dan peningkatan pengembalian pengeluaran iklan.

    1. Online Advertising Integration

Integrasi periklanan berarti membuat tautan antara keseluruhan upaya pemasaran anda dan mengarahkan pelanggan potensial ke situs web anda. Selain itu, teknologi dapat diterapkan untuk memantau dan mengukur asal pengunjung web anda. Halaman arahan – halaman arahan dapat ditambahkan ke situs web anda. “Halaman” yang unik ini “menyambut” audiens target anda dengan pesan yang disesuaikan untuk grup tertentu.

Daftar Pustaka:

  • Dix, A., Finlay, J. E., Abowd, G. D., Beale, R. 2004. Human-Computer Interaction Third Edition, Pearson Education Limited.
  • Galitz, Wilbert, O. “The Essential Guide to UI Design 3/e”, 2007.
  • Johnson, J. 2010. Designing with the mind in mind: Simple guide to understanding user interface design rules. Morgan Kaufmann.
  • Wigdor, D., and Dennis, W. 2011. Brave NUI World: Designing Natural User Interfaces for Touch and Gesture. Elsevier.
  • Norman, D. A. 2013.The Designing of Everyday Things: Revised and Expanded Edition. Basic Book.

 24 total views,  2 views today

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *