Human Computer Interaction (HCI) – Pertemuan 15 – Materi

Gede Surya Mahendra - Home

Human Computer Interaction (HCI) – Pertemuan 15 – Materi

Stiki Logo - Short

Mata Kuliah : Human Computer Interaction

Kode Mata Kuliah : MKK-224

Program Studi : Teknik Informatika

STIMIK STIKOM Indonesia

PERTEMUAN 15

Untuk tampilan lebih baik, dapat mendownload file PDF pada link yang tersedia

Kemampuan Akhir yang Diharapkan:

Mahasiswa mampu memahami Model Komunikasi Dan Pemrosesan Ubiquitous.

Bahan Kajian:

  • Model Komunikasi Dan Pemrosesasan Ubiquitous

Metode Pembelajaran:

  • Metode Studi Kasus dengan topik Model Komunikasi Dan Pemrosesan Ubiquitous

Pengalaman Pembelajaran:

  • Diskusi kelompok mengenai studi kasus terkait materi Model Komunikasi Dan Pemrosesasan Ubiquitous

Kriteria Penilaian dan Indikator:

  • Kemampuan memberikan pendapat terkait materi yang dibahas.

 

Download File Materi PDF

Download File Slide Perkuliahan PDF 

 

TINJAUAN

  1. Jaringan Ubiquitous
  2. Model Komunikasi
    1. Model S-R
    2. Model Aristoteles
    3. Model Laswell
    4. Model Shannon dan Weaver
    5. Model Schramm
    6. Model Newcomb
    7. Model Wesley dan MacLean
    8. Model Gerbner
    9. Model Berlo
    10. Model DeFleur
    11. Model interaksional
    12. Model Tubbs
    13. Model Gudykunst dan Kim
  3. Pemodelan Sistem Pengolahan
  4. Siklus Interaktif HCI

MATERI

page2image23712848

Jaringan Ubiquitous

Jenis Jaringan Ubiquitous – Jaringan Ubiquitous (Ubicomp) merupakan suatu jaringan yang di lihat dari segi akses konektivitas jaringan maupun proses komputasi bisa menampilkan dimana saja dan kapan saja.

page3image23919232

Ubiquitous memperluas lingkungan personal minimal entity dengan cara menambahkan kapasitas pemroses, memori, tampilan, peranti interaksi, dll asosiasi: proses penggandengan disebut dengan asosiasi, dan perantinya disebut dengan ubiquitous minimal entity akan mengirimkan autentifikasi ke ubiquitous, membuat sambungan komunikasi yang aman, dan melakukan personalisasi ubiquitous sesuai dengan kebutuhan. Privasi: ubiquitous yang dipersonalisasi secara otomatis menjadi tidak tersedia ketika berada di luar jangkauan pengguna minimal entity.

Model Komunikasi

Model S-R

Model komunikasi ini menggambarkan hubungan antara stimulus dan respon. Model S-R merupakan model komunikasi yang paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh psikologi, khususnya yang beraliran behavioristik dan juga menunjukkan komunikasi sebagai proses aksi reaksi yang sangat sederhana. Model S-R mengasumsikan bahwa kata-kata verbal (lisan-tulisan), isyarat nonverbal, gambar, dan tindakan-tindakan tertentu akan merangsang orang lain untuk memberikan respon dengan cara tertentu.

Proses memiliki sifat timbal-balik dan mempunyai sangat banyak serta bermacam efek. Setiap efek yang dihasilkan dapat mengubah tindakan komunikasi pada setiap langkah selanjutnya. Namun pola S-R ini juga dapat berlangsung negatif. Model S-R mengabaikan komunikasi sebagai suatu proses, khususnya yang berkenaan dengan faktor mansusia.

Model Aristoteles

Aristoteles adalah filosof Yunani, tokoh paling dini yang mengkaji komunikasi, yang intinya adalah persuasi. Ia berjasa dalam merumuskan model komunikasi verbal pertama, maka dari itu model ini adalah model yang paling klasik atau disebutb juga model retoris. Proses komunikasi terjadi ketika ada seorang pembicara berbicara kepada orang lain atau khalayak lain dala rangka merubah sikap mereka.

Dalam hal ini aristoteles mengemukakan tiga buah unsur yang harus berada di dalam proses suatu komunikasi:

  • Pembicara (speaker)
  • Pesan (message)
  • Pendengar (listener)

Fokus komunikasi yang ditelaah Aristoteles adalah komunikasi retoris:

  • Siapa Anda (etos-kepercayaan anda)
  • Apa argumen Anda (Logos-logika dalam pendapat Anda)
  • Dengan memainkan emosi khalayak (pathos- emosi khalayak).

Model Laswell

Model ini merupakan sebuah pandangan umum tentang komunikasi yang dikembangkan dari batasan ilmu politik yang berupa ungkapan verbal seperti Who say what in which channel to whom with what effect? Seperti namanya, model ini dikemukakan oleh Harold Lasswell tahun 1948, model ini menggambarkan proses komunikasi dan fungsi-fungsinya didalam masyarakat.

Ketiga fungsi tersebut antara lain:

  • Pengawasan lingkungan,
  • Korelasi dari banyaknya elemen terpisah dalam masyarakat dalam merespon lingkungan hidupnya.
  • Transmisi warisan sosial.

Model Shannon dan Weaver

Seperti namanya, model ini dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam buku The Mathematical Theory of Communication. Model ini juga sering disebut model matematis yang memiliki pengaruh paling kuat atas model dan teori komunikasi lainnya.

Model ini terdiri dari lima elemen:

    1. Information Source adalah yang memproduksi pesan.
    2. Transmitter yang menyandikan pesan dalam bentuk sinyal.
    3. Channel adalah saluran pesan.
    4. Receiver adalah pihak yang menguraikan pesan dari sinyal.
    5. Destination adalah dimana pesan sampai.

Model Schramm

Wilbur Schramm membuat serangkai model komunikasi, dimulai dengan model komunikasi manusia yang sederhana (1954), lalu model yang lebih rumit yaitu memperhitungkan pengalaman dua individu yang mencoba berkomunikasi, hingga ke model komunikasi yang dianggap interaksi dua individu.

  • Sumber, bisa berupa:
    • Seorang individual berbicara, menulis, menggambar, bergerak.
    • Sebuah organisasi komunikasi (koran, rumah produksi, televisi).
  • Pesan, dapat berupa goresan tinta dalam kertas, sinyal-sinyal lain yang memiliki makna. gelombang suara yang terkandung didalam udara yang tersalurkan, lambaian tangan atau kode fisik lainnya.
  • Sasaran, meliputi suatu individu yang membaca, mendengarkan, melihat, anggota dari sebuah kelompok, pembaca surat kabar, siswa dalam dunia pendidikannya, mahasiswa dalam perkuliahan, penonton televisi, pendengar radio dll.

Model Newcomb

Theodore Newcomb (1953) melihat komunikasi dari kacamata psikologi sosial. Model tersebut hampir sama dengan diagram jaringan kelompok yang dibuat oleh para psikolog sosial dan merupakan formulasi awal mengenai konsistensi kognitif.

Model komunikasi tersebut sering juga disebut model ABX atau model Simetri- Newcomb yang menggambbarkan bahwa seorang A menyampaikan informasi kepada B, mengenai sesuatu X.

Dimana A = Source, B= Receiver, dan X = Object/ konsep. Dalam model ini lebih mengedepankan bahwa suatu orientasi A (sikap) terhadap B dan terhadap X saling berhubung dan bergantung, dan ketiganya merupakan suatu sistem yang terdiri dari empat orientasi, yaitu:

  • Orientasi A terhadap X, yang menjelaskan bahwa sikap terhadap X sebagai objek yang harus didekati maupun dihindari dan atribut kognitif (kepercayaan dan tatanan kognitif)
  • Orientasi A terhadap B, dalam pengertian yang sama
  • Orientasi B terhadap X
  • Orientasi B terhadap A

page20image24101696

 

Model Wesley dan MacLean

Pada tahun 1957, Bruce Westley dan Malcolm MacLean yang merupakan teoretikus komunikasi merumsukan suatu model yang mencakup komunikasi antarpribadi dan komunikasi massa, dan memasukkan umpan balik sebagai bagian integral dari proses komunikasi. Model ini memiliki banyak pengaruh dari model yang ada pada modelNewcomb, selain dari model Laswell dan model Shannon dan Weaver.

page22image23703744 page22image23704576

 

Model Gerbner

Model Gerbner (1956) merupakan perluasan dari model Lasswell. Model ini terdiri dari model verbal dan model diagramati. Model verbal Gerbner terdiri adalah sebagai berikut:

    • Seeorang (sumber, komunikator)
    • Mempersepsi suatu kejadian
    • Dan bereaksi
    • Dalam suatu situasi
    • Melalui suatu alat
    • Untuk menyediakan materi
    • Dalam suatu bentuk
    • Dan konteks
    • Yang mengandung isi
    • Yang mempunyai suatu konsekuensi

Dalam Model Gerbner memperlihatkan bahwa seseorang itu mampu mempersepsi suatu kejadian serta mengirimkan pesan kepada suatu transmitter yang gilirannya mengirimkan sinyal kepada penerima tersebut.

Model Berlo

Model ini dikemukakan oleh David K. Berlo pada tahun 1960. Model ini dikenal dengan model SMCR yang hanya memperlihatkan komunikasi satu arah dan terdiri dari empat komponen utama, yaitu sumber, pesan, saluran, dan penerima. Akan tetapi pada masing-masing komponen tersebut ada sejumlah faktor kontrol. Menurut model ini, sumber dan penerima pesan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu keterampilan komunikasi, sikap, pengetahuan, sistem sosial, dan budaya.

Model DeFleur

Model ini dikemukakan oleh Melvin L. DeFleur. DeFleur mengatakan bahwa model ini merupakan perluasan dari model-model komunikasi lainnya khususnya model Shannon dan Weaver.

Model tersebut menggambarkan model komunikasi massa ketimbang komunikasi antarpribadi. Modelnya merupakan perluasan dari model-model yang dikemukakan para ahli lain, dengan memasukkan perangkat media massa dan perangkat umpan balik

page27image23693760

Model interaksional

Model ini berlawanan dengan model stimulus- respons (S-R) dan beberapa model linier lainnya. Selain itu model-model tersebut mengasumsikan bahwa manusia sebagai pasif, serta model interaksional ini lebih menganggap manusia jauh lebih aktif. Pada Model interaksional akan merujuk ke model komunikasi yang dikembangkan oleh para ilmuwan sosial dimana dalam hal ini menggunakan perspektif interaksi simbolik, dari tokoh utamanya George Herbert Mead.

page29image24106272

Model Tubbs

Model ini menggambarkan komunikasi paling mendasar, yaitu komunikasi dua-orang (diadik). Meski dalam model ini komunikator 1 dan komunikator 2 juga mempunyai unsur- unsur yang sama termasuk dalam definisinya: pesan, masukan, gangguan, penyaring, saluran, unsur-unsur tersebut tetap berada dalam muatannya.

page31image24101488

Model Gudykunst dan Kim

Model komunikasi ini dikembangkan oleh Stewart L. Tubbs. Model ini merupakan model komunikasi antarbudaya.Pada dasarnya model yang ini sangat sesuai untuk komunikasi tatap muka, khususnya antara dua orang atau lebih. Model komunikasi ini mampu merepresentasikan komunikasi yang terjadi pada setiap orang, karena pada dasarnya kita mengetahui bahwa tidak ada dua orang yang mempunyai budaya, sosial budaya dan psikobudaya yang sama persis diantara mereka.

page33image23702080

Pemodelan Sistem Pengolahan

Untuk dapat memahami cara kerja HCI, perlu dibuat semacam model sistem pengolahan pada manusia dan komputer. Manusia dan komputer masing-masing mempunyai peranti masukan, sistem pengolah dan peranti keluaran. Pada setiap siklus interaksi, peranti-peranti ini akan bekerja secara berurutan.

Siklus Interaktif HCI

    1. Manusia yang menggunakan peranti masukan (sistem komputer), misalnya papan ketik atau mouse, untuk memasukkan data atau memilih suatu menu
    2. Hasilnya akan ditampilkan pada layar penampil sehingga dapat dimengerti oleh manusia.
    3. Keluaran dari komputer akan dipantau oleh sensor- sensor di dalam diri pengguna (yang biasanya merupakan penglihatan dan pendengaran) untuk dilewatkan ke sistem pengolah kognitif yang ada di dalam diri setiap manusia.
    4. Keluaran dari sistem pengolah ini adalah tanggapan pengguna yang sesuai dengan apa yang ia lihat pada layar tampilan, misalnya dengan memberikan ketukan pada papan ketik, yang berarti merupakan siklus berikutnya dari interaksi manusia dan komputer.

Sistem pengolahan manusia terdiri atas pengolahan perseptual, pengolahan intelektual (kognitif) dan pengendalian motorik, yang semuanya berinteraksi dengan memori manusia. Model ini mempunyai pengolah (prosesor), memori, dan interaksi di antara keduanya melalui bus. Perbandingan ini hanya dimaksudkan untuk mempermudah memahami cara kerja komputer dan sistem pengolahan di dalam diri manusia.

Daftar Pustaka:

  • Dix, A., Finlay, J. E., Abowd, G. D., Beale, R. 2004. Human-Computer Interaction Third Edition, Pearson Education Limited.
  • Galitz, Wilbert, O. “The Essential Guide to UI Design 3/e”, 2007.
  • Johnson, J. 2010. Designing with the mind in mind: Simple guide to understanding user interface design rules. Morgan Kaufmann.
  • Wigdor, D., and Dennis, W. 2011. Brave NUI World: Designing Natural User Interfaces for Touch and Gesture. Elsevier.
  • Norman, D. A. 2013.The Designing of Everyday Things: Revised and Expanded Edition. Basic Book.

 18 total views,  2 views today

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *