Pengantar Teknologi Informasi – Pertemuan 05 – Materi Perkuliahan

Gede Surya Mahendra - Home

Pengantar Teknologi Informasi – Pertemuan 05 – Materi Perkuliahan

Stiki Logo - Short

Mata Kuliah : Pengantar Teknologi Informasi

Kode Mata Kuliah : MPB-201

Program Studi : Teknik Informatika

STMIK STIKOM Indonesia

PERTEMUAN 05

Untuk tampilan lebih baik, dapat mendownload file PDF pada link yang tersedia

Download File Materi PDF

 

TIM PENYUSUN:

I GUSTI AYU AGUNG MAS ARISTAMY, S.TI., M.KOM

CHRISTINA PURNAMA YANTI, S.KOM., M.KOM.

NI KADEK ARIASIH, S.KOM., M.T

 

Materi Ajar
Jaringan Komputer

(Pertemuan 5)

Mg Ke- Kemampuan Akhir yang Diharapkan Bahan Kajian Metode Pembelajaran Waktu Pengalaman Belajar Penilaian dan Indikator Bobot Penilaian (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
5,6 Mahasiswa mampu mengetahui pemanfaatan komputer untuk komunikasi dan jenis jaringannya. Ketepatan menunjukkan pemanfaatan komputer untuk komunikasi dan jenis jaringanya. Pembelajaran Centextual Teaching dan learning terkait dengan materi pemanfaatan komputer untuk komunikasi dan jenis jaringannya. [TM : 2x(2×50”)] Menjelaskan komunikasi data dan jaringan komputer beserta komponen- komponennya (hardware jaringan, LAN,MAN,WAN)

Menjelaskan perkembangan jaringan Cloud Computing dan online serta memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kemampuan untuk mengetahui pemanfaatan computer dan jenis jaringan dalam kehidupan sehari-hari serta dapat memberikan contohnya. 5%

Sejarah Jaringan Komputer

Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), dan untuk pertama kali terbentuklah jaringan (network) komputer pada lapis aplikasi. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri (Sudirman and Wahono, 2003).

Macam Jaringan Komputer dan Topologi | farabyirzabahalwan

Gambar 19. Time sharing system

Pada tahun 1957 Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk oleh Departement of Defence (DoD) USA, 1967 disain awal dari ARPANET diterbitkan dan tahun 1969 DoD menggelar pengembangan ARPANET dengan mengadakan riset untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik (program ini dikenal dengan nama ARPANET).

Macam Jaringan Komputer dan Topologi | farabyirzabahalwan

Gambar 20. Distributed processing

Seperti pada Gambar diatas, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara seri untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara paralel disetiap host komputer. Pada proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat. Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam, dari mulai menangani proses bersamasama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) tanpa melalui kendali komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan satu sama lain, hingga terbentuklah jaringan raksasa WAN.

Jaringan Komputer

Jaringan computer adalah “interkoneksi” antara 2 komputer autonomous atau lebih, yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless). Autonomous adalah apabila sebuah komputer tidak melakukan kontrol terhadap komputer lain dengan akses penuh, sehingga dapat membuat komputer lain, restart, shutdows, kehilangan file atau kerusakan sistem. Dalam defenisi networking yang lain autonomous dijelaskan sebagai jaringan yang independent dengan manajemen sistem sendiri (punya admin sendiri), memiliki topologi jaringan, hardware dan software sendiri, dan dikoneksikan dengan jaringan autonomous yang lain (Internet merupakan contoh kumpulan jaringan autonomous yang sangat besar.) Dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar data/informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti: file, printer, media penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flash disk, dll). Data yang berupa teks, audio maupun video, bergerak melalui media kabel atau tanpa kabel (wireless) sehingga memungkinkan pengguna komputer dalam jaringan komputer dapat saling bertukar file/data, mencetak pada printer yang sama dan menggunakan hardware/software yang terhubung dalam jaringan bersama-sama Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dalam jaringan disebut dengan ”node”. Sebuah jaringan komputer sekurang-kurangnya terdiri dari dua unit komputer atau lebih, dapat berjumlah puluhan komputer, ribuan atau bahkan jutaan node yang saling terhubung satu sama lain (Astuti, 2020). Didalam jaringan komputer dikenal sistem koneksi antar node (komputer), yakni:

  1. Peer to peer

Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer, terhubung langsung dengan kabel crossover atau wireless atau juga dengan perantara hub atau switch. Komputer pada jaringan peer to peer ini biasanya berjumlah sedikit dengan 1-2 printer. Untuk penggunaan khusus, seperti laboratorium komputer, riset dan beberapa hal lain, maka model peer to peer ini bisa saja dikembangkan untuk koneksi lebih dari 10 hingga 100 komputer. Peer to peer adalah suatu model dimana tiap PC dapat memakai resource pada PC lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai PC lain. Tidak ada yang bertindak sebagai server yang mengatur sistem komunikasi dan penggunaan resource komputer yang terdapat dijaringan, dengan kata lain setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun server pada periode yang sama. Misalnya terdapat beberapa unit komputer dalam satu departemen, diberi nama group sesuai dengan departemen yang bersangkutan. Masing-masing komputer diberi alamat IP dari satu kelas IP yang sama agar bisa saling sharing untuk bertukar data atau resource yang dimiliki komputer masing-masing, seperti printer, cdrom, file dan lain-lain.

What are P2P (peer-to-peer) networks and what are they used for ...

Gambar 21. Peer to peer network

Adapun kelebihan dari peer to peer network adalah:

  • Implementasinya murah dan mudah
  • Tidak memerlukan software administrasi jaringan yang khusus
  • Tidak memerlukan administrator jaringan

Sedangkan, kelemahan dari jaringan ini adalah:

  • Jaringan tidak bisa terlalu besar (tidak bisa memperbesar jaringan)
  • Tingkat keamanan rendah
  • Tidak ada yang memanajemen jaringan
  • Pengguna komputer jaringan harus terlatih mengamankan komputer masing-masing
  • Semakin banyak mesin yang disharing, akan mempengaruhi kinerja komputer
  1. Client – server

Client Server merupakan model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan, server akan mengatur mekanisme akses resource yang boleh digunakan, serta mekanisme komunikasi antar node dalam jaringan. Selain pada jaringan lokal, sistem ini bisa juga diterapkan dengan teknologi internet. Dimana ada suatu unit komputer) berfungsi sebagai server yang hanya memberikan pelayanan bagi komputer lain, dan client yang juga hanya meminta layanan dari server. Akses dilakukan secara transparan dari client dengan melakukan login terlebih dulu ke server yang dituju. Client hanya bisa menggunakan resource yang disediakan server sesuai dengan otoritas yang diberikan oleh administrator. Aplikasi yang dijalankan pada sisi client, bisa saja merupakan resource yang tersedia di server. Namun, hanya bisa dijalankan setelah terkoneksi ke server. Pada implementasi software aplikasi yang di-install disisi client berbeda dengan yang digunakan di server.

Jenis layanan Client-Server antara lain:

  • File Server: memberikan layanan fungsi pengelolaan file.
  • Print Server: memberikan layanan fungsi pencetakan.
  • Database Server: proses-proses fungsional mengenai database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat minta pelayanan.
  • DIP (Document Information Processing): memberikan pelayanan fungsi penyimpanan, manajemen dan pengambilan data.

2: Illustration of a client-server network. | Download Scientific ...

Gambar 22. Client-server network

Adapun kelebihan dari client server network adalah:

  • Mendukung keamanan jaringan yang lebih baik
  • Kemudahan administrasi ketika jaringan bertambah besar
  • Manajemen jaringan terpusat
  • Semua data bisa disimpan dan di backup terpusat di satu lokasi

Sedangkan, kelemahan dari jaringan ini adalah:

  • Butuh administrator jaringan yang profesional
  • Butuh perangkat bagus untuk digunakan sebagai komputer server
  • Butuh software tool operasional untuk mempermudah manajemen jaringan
  • Anggaran untuk manajemen jaringan menjadi besar
  • Bila server down, semua data dan resource diserver tidak bisa diakses

Jenis jaringan

Secara umum, jaringkan computer dibagi menjadi 3 jenis jaringan, yaitu:

  1. Local Area Network (LAN)

Sebuah LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan, seperti sebuah kantor pada sebuah gedung, atau tiap-tiap ruangan pada sebuah sekolah. Biasanya jarak antar node tidak lebih jauh dari sekitar 200 m.

Pengertian LAN (Local Area Network) | Qtera Mandiri

Gambar 23. Local Area Network

  1. Metropolitan Area Network (MAN)

Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar gedung dalam suatu daerah (wilayah seperti propinsi atau negara bagian). Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu: jaringan beberapa kantor cabang sebuah bank didalam sebuah kota besar yang dihubungkan antara satu dengan lainnya.

Types of Computer Network - javatpoint

Gambar 24. Metropolitan Area Network

  1. Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN) adalah jaringan yang biasanya sudah menggunakan media wireless, sarana satelit ataupun kabel serat optic, karena jangkauannya yang lebih luas, bukan hanya meliputi satu kota atau antar kota dalam suatu wilayah, tetapi mulai menjangkau area/wilayah otoritas negara lain. Sebagai contoh jaringan komputer kantor City Bank yang ada di Indonesia ataupun yang ada di negara lain, yang saling berhubungan, jaringan ATM Master Card, Visa Card atau Cirrus yang tersebar diseluruh dunia dan lainlain. Biasanya WAN lebih rumit dan sangat kompleks bila dibandingkan LAN maupun MAN. Menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN kedalam komunikasi global seperti internet, meski demikian antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu diantara yang lainnya.

Characteristics of WAN • Invisible Algorithm

Gambar 25. Wide Area Network

Internet

Internet (Inter-Network) adalah sebutan untuk sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomnunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (email, chat), diskusi (Usenet News, email, milis), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Gopher), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), dan aneka layanan lainnya.Jaringan yang membentuk internet bekerja berdasarkan suatu set protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengalamati lalu lintas dalam jaringan. Protokol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error handling), lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya. Protokol standar pada internet dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Protokol ini memiliki kemampuan untuk bekerja diatas segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan. Sebuah sistem komputer yang terhubung secara langsung ke jaringan memiliki nama domain dan alamat IP (Internet Protocol) dalam bentuk numerik dengan format tertentu sebagai pengenal. Internet juga memiliki gateway ke jaringan dan layanan yang berbasis protokol lainnya.

    1. Sejarah Internet

Cikal bakal jaringan Internet yang kita kenal saat ini pertama kali dikembangkan tahun

1969 oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dengan nama ARPAnet (US Defense Advanced Research Projects Agency). ARPAnet dibangun dengan sasaran untuk membuat suatu jaringan komputer yang tersebar untuk menghindari pemusatan informasi di satu titik yang dipandang rawan untuk dihancurkan apabila terjadi peperangan. Dengan cara ini diharapkan apabila satu bagian dari jaringan terputus, maka jalur yang melalui jaringan tersebut dapat secara otomatis dipindahkan ke saluran lainnya.

Di awal 1980-an, ARPANET terpecah menjadi dua jaringan, yaitu ARPANET dan Milnet (sebuah jaringan militer), akan tetapi keduanya mempunyai hubungan sehingga komunikasi antar jaringan tetap dapat dilakukan. Pada mulanya jaringan interkoneksi ini disebut DARPA Internet, tapi lama-kelamaan disebut sebagai Internet saja. Sesudahnya, internet mulai digunakan untuk kepentingan akademis dengan menghubungkan beberapa perguruan tinggi, masing-masing UCLA, University of California at Santa Barbara, University of Utah, dan Stanford Research Institute. Ini disusul dengan dibukanya layanan Usenet dan Bitnet yang memungkinkan internet diakses melalui sarana computer pribadi (PC). Berkutnya, protokol standar TCP/IP mulai diperkenalkan pada tahun 1982, disusul dengan penggunaan sistem DNS (Domain Name Service) pada 1984. Di tahun 1986 lahir National Science Foundation Network (NSFNET), yang menghubungkan para periset di seluruh negeri dengan 5 buah pusat super komputer. Jaringan ini kemudian berkembang untuk menghubungkan berbagai jaringan akademis lainnya yang terdiri atas universitas dan konsorsium-konsorsium riset. NSFNET kemudian mulai menggantikan ARPANET sebagai jaringan riset utama di Amerika hingga pada bulan Maret 1990 ARPANET secara resmi dibubarkan.

Pada saat NSFNET dibangun, berbagai jaringan internasional didirikan dan dihubungkan ke NSFNET. Australia, negara-negara Skandinavia, Inggris, Perancis, jerman, Kanada dan Jepang segera bergabung kedalam jaringan ini. Pada awalnya, internet hanya menawarkan layanan berbasis teks, meliputi remote access, email/messaging, maupun diskusi melalui newsgroup (Usenet). Layanan berbasis grafis seperti World Wide Web (WWW) saat itu masih belum ada. Yang ada hanyalah layanan yang disebut Gopher yang dalam beberapa hal mirip seperti web yang kita kenal saat ini, kecuali sistem kerjanya yang masih berbasis teks. Kemajuan berarti dicapai pada tahun 1990 ketika World Wide Web mulai dikembangkan oleh CERN (Laboratorium Fisika Partikel di Swiss) berdasarkan proposal yang dibuat oleh Tim Berners-Lee. Namun demikian, WWW browser yang pertama baru lahir dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1992 dengan nama Viola. Viola diluncurkan oleh Pei Wei dan didistribusikan bersama CERN WWW. Tentu saja web browser yang pertama ini masih sangat sederhana, tidak secanggih browser modern yang kita gunakan saat ini.

    1. Aplikasi Internet

Internet sebenarnya mengacu kepada istilah untuk menyebut sebuah jaringan, bukannya

suatu aplikasi tertentu. Karenanya, internet tidaklah memiliki manfaat apa-apa tanpa adanya aplikasi yang sesuai. Internet menyediakan beragam aplikasi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Setiap aplikasi berjalan diatas sebuah protocol tertentu. Istilah “protokol” di internet mengacu pada satu set aturan yang mengatur bagaimana sebuah aplikasi berkomunikasi dalam suatu jaringan. Sedangkan software aplikasi yang berjalan diatas sebuah protokol disebut sebagai aplikasi client. Di bagian ini, kita akan berkenalan secara sepintas dengan aplikasi-aplikasi yang paling sering dimanfaatkan oleh pengguna internet.

  1. WWW (World Wide Web)

Dewasa ini, WWW atau yang sering disebut sebagai “web” saja adalah merupakan aplikasi internet yang paling populer. Demikian populernya hingga banyak orang yang keliru mengidentikkan web dengan internet. Secara teknis, web adalah sebuah sistem dimana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain yang tersimpan dalam sebuah internet webserver dipresentasikan dalam bentuk hypertext. Informasi di web dalam bentuk teks umumnya ditulis dalam format HTML (Hypertext Markup Language). Informasi lainnya disajikan dalam bentuk grafis (dalam format GIF, JPG, PNG), suara (dalam format AU, WAV), dan objek multimedia lainnya (seperti MIDI, Shockwave, Quicktime Movie, 3D World). Web dapat diakses oleh perangkat lunak web client yang secara populer disebut sebagai browser. Browser membaca halaman-halaman web yang tersimpan dalam webserver melalui protokol yang disebut HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Dewasa ini, tersedia beragam perangkat lunak browser. Beberapa diantaranya cukup populer dan digunakan secara meluas, contohnya seperti Microsoft Internet Explorer, Netscape Navigator, maupun Opera, namun ada juga beberapa produk browser yang kurang dikenal dan hanya digunakan di lingkungan yang terbatas.

Sebagai dokumen hypertext, dokumen-dokumen di web dapat memiliki link (sambungan) dengan dokumen lain, baik yang tersimpan dalam webserver yang sama maupun di webserver lainnya. Link memudahkan para pengakses web berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya, dan “berkelana” dari satu server ke server lain. Kegiatan penelusuran halaman web ini biasa diistilahkan sebagai browsing, ada juga yang menyebutnya sebagai surfing (berselancar). Seiring dengan semakin berkembangnya jaringan internet di seluruh dunia, maka jumlah situs web yang tersedia juga semakin meningkat. Hingga saat ini, jumlah halaman web yang bisa diakses melalui internet telah mencapai angka miliaran. Untuk memudahkan penelusuran halaman web, terutama untuk menemukan halaman yang memuat topic-topik yang spesifik, maka para pengakses web dapat menggunakan suatu search engine (mesin pencari). Penelusuran berdasarkan search engine dilakukan berdasarkan kata kunci (keyword) yang kemudian akan dicocokkan oleh search engine dengan database (basis data) miliknya. Dewasa ini, search engine yang sering digunakan antara lain adalah Google (www.google.com).

  1. Google

I'm getting a suspicious "outdated version of Chrome" gray bar at ...

Gambar 26. Tampilan Google

Internet adalah sistem yang menghubungkan jaringan komputer yang satu dengan lainnya di seluruh dunia. Internet sangat memudahkan kita dalam berkomunikasi di dunia maya melalui website, chatting dan social network lainnya. Dengan adanya internet, dunia seperti menjadi satu walaupun kita tidak tahu siapa yang bisa kita temui di sana. Ada berbagai fasilitas yang diberikan oleh internet, seperti e-mail, search engine, website layanan internet, social networking, dan chatting room. Search engine atau mesin pencari adalah suatu sistem database yang mengindeks alamat-alamat website di internet. Search engine raksasa nomor satu yang paling sering digunakan sekarang ini adalah Google.

Google adalah mesin pencari di Internet yang berbasis di Amerika Serikat. Google menerima setidaknya 200 juta permintaan pencarian setiap hari melalui situsnya dan situs-situs web kliennya seperti American Online (AOL). Dengan adanya search engine, kita dapat menmukan apa pun yang kita cari di internet, mulai dari alamat website, gambar, video, dan konten-konten internet lainnya dengan sangat mudah. Hanya dengan mengetik keyword atau kata kunci di dalam box Google, sedetik kemudian Google akan menampilkan hasil pencarian yang berkaitan dengan kata kunci tersebut. Saat ini Google juga menawarkan fitur lain seperti Gmail, Google Docs, Google Reader, Google Earth, Google Translate, Google Drive dan lainnya. Namun, dari semua fitur yang dimiliki oleh Google tersebut, fitur yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di era ini adalah Google Drive dan Google mail. Google Drive merupakan tempat yang disediakan oleh Google untuk menyimpan dan mengunduh file, sedangkan Google mail atau Gmail merupakan layanan surel milik Google. Pengguna dapat mengakses Gmail dalam bentuk surat web HTTPS, protokol POP3 atau IMAP4.

  • Google Drive

Google sebagai perusahaan yang sangat berpengaruh di layanan internet tentunya tidak akan tinggal diam saja melihat perkembangan yang ada dan tentunya ikut ambil bagian dalam pertarungan pelayanan tersebut. Untuk itu Google meluncurkan Google – Drive, layanan penyimpanan online yang saat ini didominasi oleh Dropbox, Box dan SkyDrive. Layanan gratis Google Drive ini menggantikan fungsi Google Docs dan memudahkan kita untuk menyimpan file serta mengaksesnya di berbagai perangkat digital termasuk komputer, handphone dan tablet dimanapun kita berada.

Gambar 27 berikut adalah dimana kita dapat menemukan fitur Google Drive pada halaman utama browser Google.

Gambar 27. Icon Google Drive

Jika sudah memiliki akun google mail, maka secara otomatis kita akan memiliki Google Drive. Gambar 28 berikut adalah tampilan ketika icon Drive di klik.

Gambar 28. Tampilan Google Drive

Jika ingin menyimpan file atau folder, kita dapat memilih menu Add yang ada pada icon “+”, yang ditandai pada Gambar 29.

Gambar 29. Tampilan Add pada Google Drive

Jika icon Add di klik, maka akan muncul pilihan jenis data yang ingin di upload. Adapun yang dapat kita upload ke Google Drive adalah Folder, File, Google Docs, Google Sheets, Google Slides, Google Forms, Google Drawings, Google My Maps, Google Sites, Google Apps Script dan Google Jamboard. Umumnya, jenis data yang paling banyak di upload berupa File dan Folder.

Gambar 30. Jenis Data yang dapat di Upload pada Google Drive

Misalnya, kita ingin mengupload data berupa File. Klik menu File upload pada Google Drive, lalu kita akan di arahkan ke jendela baru yang menampilkan File yang kita miliki pada PC/laptop. Gambar 31 merupakan gambaran dari tampilan saat jendela pemilihan File yang kita miliki muncul.

Gambar 31. Tampilan memilih File untuk di Upload pada Google Drive

Setelah menentukan File mana yang ingin diupload, maka kita dapat memilih button Open, lalu File yang dipilh akan muncul status upload nya dibagian pojok kanan bawah pada tampilan utama Google Drive.

Gambar 32. Tampilan File dipilih untuk di Upload pada Google Drive

Gambar 33. Tampilan Status Upload File pada Google Drive

Jika File telah berhasil di upload, maka akan muncul status “1 upload complete” dan File yang diupload muncul pada tampilan utama Google Drive. Gambar 33 menampilkan status file yang berhasil diupload dan muncul pada tampilan utama Google Drive.

  • Google Mail

Google Mail atau Gmail merupakan webmail berbasis dari search engine Google. Gmail merupakan salah satu freemail terbaik yang ada saat ini. Beberapa keunggulan Gmail adalah:

    • Memiliki quota (kapasitas penyimpanan) lebih dari 2000 MB yang diberikan gratis (dan akan terus bertambah). Sehingga kita tidak perlu menghapus manapun.
    • Fasilitas pencarian google untuk mencari yang dikehendaki, kapanpun dikirim dan diterima. Kekuatan utama webmail ini terletak pada mesin Google yang sudah kita rasakan bersama.
    • Tiap pesan dijadikan satu dengan balasannya, dan ditampilkan sebagai percakapan.
    • Tanpa iklan pop up. Tanpa banner. Iklan yang ada hanyalah iklan baris yang kecil saja yang disesuaikan dengan topik yang sedang kita baca.
    • Dapat berkomunikasi langsung menggunakan chat. Anda tidak harus login lagi dengan menggunakan software pihak ketiga.
    • Dapat dikonfigurasi untuk menggunakan POP3 (hanya dapat ditemui pada dengan domain sendiri). Dengan demikian kita dapat mendownload kita dan membacanya dirumah, tanpa harus terhubung ke internet.
    • Bebas spam (sampah).
    • Setiap yang dikirim dan diterima telah di-scan dengan menggunakan antivirus AVG yang menjamin kita bebas virus.
    • Kecepatan. Terutama dalam hal pengiriman dan pengambilan data.
    • Fitur untuk mengundang rekan. Fitur ini sangat disukai oleh banyak orang, karena kita dapat mengajak rekan kita untuk bersama menikmati Gmail, menikmati indahnya TIK.
    • Fitur yang lengkap dan dapat dikustomizasi sesuai keperluan kita. Sebuah software akan semakin baik jika menyertakan semakin banyak fitur yang dapat kita rubah sesuai kebutuhan kita. Gmail akan membantu kita menjelaskannya.
    • Account Gmail dapat juga digunakan untuk mendaftar di milis yang menggunakan domain lain.

Untuk dapat merasakan keuntungan dari Google Mail, tentu kita harus mendaftar terlebih dahulu pada Google. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan registrasi email baru.

Buka web browser, ketik gmail.com, maka akan muncul tampilan seperti pada Gambar 34.

Gambar 34. Tampilan saat mengunjungi gmail.com

Pilih menu “Buat Akun” untuk mendaftar dan membuat akun baru. Isilah data-data yang diperlukan pada form Buat Akun Google.

Gambar 35. Tampilan saat mengisi data Gmail

Setelah seluruh data diisi dengan lengkap, maka klik button “Berikutnya” untuk memproses pembuatan email. Setelah memilih button tersebut, maka akan muncul tampilan “Selamat datang di Google” beserta alamat email yang telah kita buat sebelumnya. Google akan meminta untuk mengisi data lanjutan terkait keamanan akun. Adapun data tersebut adalah nomor handphone yang sedang digunakan, alamat email pemulihan, tanggal lahir beserta jenis kelamin. Jika telah dilengkapi, kita dapat melanjutkan dengan memilih kembali button “Berikutnya”.

Gambar 36. Tampilan saat mengisi data lanjutan Gmail

Untuk alasan keamanan, Google akan mengirimkan sms yang berisi kode verifikasi ke nomor handphone yang kita daftarkan. Masukkan kode verifikasi tersebut dan pilih button “Verifikasi”.

Gambar 37. Tampilan saat Verifikasi no.telp di Gmail

Setelah melakukan verifikasi maka kita akan sampai pada halaman Privasi dan Persyaratan. Untuk membuat Akun Google, kita harus menyetujui Persyaratan Layanan yang tertera. Setelah merasa setuju, kita dapat memilih button “Saya Setuju”, maka selanjutnya akan muncul tampilan Inbox atau kotak masuk dari email yang kita miliki seperti pada Gambar 38.

Gambar 38. Tampilan Inbox Gmail

Ketika kita ingin mengirim email, kita dapat memilih menu “Tulis” atau klik ikon “+” seperti yang ditunjukkan pada Gambar 39. Setelah memilih menu tersebut, maka akan muncul jendela baru, tempat dimana kita dapat mengetik pesan atau upload file yang ingin dikirim.

Gambar 39. Tampilan Menu Tulis email pada Gmail

Gambar 39. Tampilan Tulis email pada Gmail

Pada tampilan jendela “Pesan Baru”, terdapat beberapa bagian yang harus diisi saat kita ingin mengirim email. Adapun bagian tersebut adalah Kepada, Subjek, dan Isi surat. Kepada ditujukan ke alamat email yang ingin dikirimi pesan, Subjek ditujukan sebagai perihal dari pesan yang kita kirim (misalnya pesan tersebut mengenai penawaran produk, permohonan kerja, dan lain-lain). Sedangkan, Isi surat adalah isi dari pesan yang kita ingin sampaikan. Pada bagian Isi surat, kita dapat mengetik dengan manual atau memilih untuk memberikan file yang sudah kita buat atau miliki sebelumnya. Ketika kita ingin mengirim pesan tersebut melalui file, maka kita dapat memilih menu “attachment” yang ada di urutan nomor 2 sebelah button “Kirim”.

Gambar 40. Tampilan Attachment file pada Gmail

Ketika kita memilih icon attachment, maka akan muncul jendela baru yang mengarahkan kita untuk memilih file mana yang ingin di upload untuk dikirim.

Gambar 41. Tampilan Attachment file pada Gmail

Setelah memilih file yang ingin di upload untuk dikirim, maka lengkapi alamat email yang dituju beserta subjek dan isi dari email tersebut. Contoh dapat dilihat pada Gambar 42.

Gambar 42. Tampilan saat akan mengirim email pada Gmail

Jika merasa telah mengisi seluruh bagian tersebut dengan benar, maka kita dapat memilih button “Kirim” untuk langsung mengirim email ke alamat email yang dituju. Setelah email berhasil terkirim, maka akan muncul keterangan di bagian pojok kiri bawah, yaitu “Pesan terkirim”. Gambar 43 berikut adalah tampolan saat pesan berhasil dikirim.

Gambar 43. Tampilan saat email berhasil dikirim pada Gmail

Dampak Negatif Internet

Selain memberikan dampak positif dengan banyak membantu dan memudahkan pekerjaan manusia, internet juga memiliki dampak negative. Adapun dampak tersebut diantaranya, kurangnya komunikasi tatap muka, kurangnya kreatifitas, membuat seseorang menjadi kecanduan, cyberbullying dan maraknya plagiarisme dalam dunia pendidikan. Dampak yang paling banyak ditemui di masyarakat saat ini adalah marak terjadinya cyberbullying, sedangkan dampak yang paling banyak dirasakan di sektor pendidikan adalah maraknya terjadi plagiarisme.

  1. Cyberbullying

Era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi membawa pengaruh terhadap muculnya bentuk kejahatan yang sifatnya baru, seperti cyberbullying. Sebagai salah satu bentuk bullying, aksi kejahatan ini harus ditanggapi dan dicegah. Fenomena cyberbullying merupakan fenomena yang marak terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia. Cyberbullying merupakan perluasan dari bullying, bullying yaitu kekerasan fisik maupun mental yang dilakukan seseorang atau kelompok orang pada seorang atau kelompok orang lainnya sehingga korban merasa teraniaya.

Bullying dapat terjadi dimana saja dan diberbagai ranah kehidupan, sosial, politik, budaya, olah raga, pendidikan, dan keluarga. Cyberbullying sebenarnya tidak lain dari perilaku yang diidentifikasian sebagai bully yang berarti menggangu, menggertak, menghina, dan tindakan pelecehan melalui dunia internet. Cyberbullying merupakan istilah yang ditambahkan ke dalam kamus OED (Oxford English Dictionary) pada tahun 2010. Istilah ini merujuk kepada penggunaan teknologi informasi untuk menggertak orang dengan mengirim atau posting teks yang bersifat mengintimidasi atau mengancam. Para ahli mendefinisikan cyberbullying sebagai berikut:

Cyberbullying yaitu perlakuan kasar yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, menggunakan bantuan alat elektronik yang dilakukan berulang-ulang dan terus menerus pada seorang target yang kesulitan membela diri. Cyberbullying adalah penggunaan teknologi untuk mengintimidasi, menjadikan korban, atau menggangu individu atau sekelompok orang.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa cyberbulying adalah intimidasi, pelecehan atau perlakuan kasar secara verbal yang dilakukan di dunia maya. Tekanan atau intimidasi baik secara fisik atau verbal dapat menimbulkan depresi. Tetapi, para peniliti menemukan korban aksi cyberbullying mengalami tingkat depresi lebih tinggi dibanding tindakan kekerasan verbal lainnya. Cyberbullying bisa didefinisikan sebagai bentuk pelecehan dan penghinaan yang dilakukan pelaku (bully) kepada korban pada dunia maya atau menggunakan internet misalnya media sosial. Saat bullying dilakukan secara online maka kita tambahkan kata “cyber” didepan kata Cyberbullying juga diartikan sebagai bentuk intimidasi yang pelaku lakukan untuk melecehkan korbannya melalui perangkat teknologi. Pelaku ingin melihat seorang terluka, ada banyak cara yang mereka lakukan untuk menyerang korban dengan pesan kejam dan gambar yang mengganggu dan disebarkan untuk mempermalukan korban bagi orang lain yang melihatnya.

Cyberbullying berbentuk kejahatan secara verbal dan mayoritas memakan korban anak-anak. Cyberbullying ada karena penggunaan internet yang dimiliki, pelaku cyberbullying yang menggunakan internet merasa jaringan itu milik mereka, karena itu berhak menentukan aturan penggunaananya, dalam kenyataan mereka bukan pemilik jaringan internet dan tidak akan pernah bisa jadi pemilik. Sebagai pemilik jaringan komunikasi berbasis komputer, dalam mengontrol pesan-pesan yang dikirimkan melalui jaringan miliknya pemilik harus ingat dalam soal kebebasan mengeluarkan pendapat. Karena apabila tidak melihat etika dalam berkomunikasi melalui jaringan internet akan berdampak buruk.

Penggunaan komputer sebagai sebagai sebuah alat untuk melakukan tindak kejahatan dan individu sebagai korban dari tindak kejahatan, cyberbullying dikategorikan sebagai salah satu bentuk cybercrime. Tidak seperti bullying, cyberbullying memungkinkan pelaku untuk menutupi identitasnya melalui komputer. Anonimitas ini membuat pelaku lebih mudah untuk menyerang korban tanpa harus melihat respons fisik korban. Kejahatan cyberbullying sebagaimana dikemukakan diatas dapat di kategorikan sebagai cybercrime mengingat ciri-ciri khusus sebagai berikut:

  • Non-violence (tanpa kekerasan)
  • Sedikit melibatkan kontak fisik (Minimize of physical contact)
  • Menggunakan peralatan (equipment) dan teknologi
  • Memanfaatkan jaringan telematika (telekomumikasi, media dan informatika) global.

Bentuk dan macam-macam tindakan cyberbullying sangat beragam, mulai dari mengunggah foto atau membuat postingan yang mempermalukan korban, mengolok-olokan korban hingga mengakses akun jejaring sosial orang lain untuk mengancam korban dan membuat masalah seperti ancaman melalui e-mail dan membuat situs web untuk menyebar fitnah.

Adapun jenis-jenis dari cyberbullying adalah:

  1. Flamming (terbakar), yaitu mengirimkan pesan teks yang isinya merupakan kata-kata yang penuh amarah dan frontal. Istilah “flame” ini pun merujuk pada kata-kata di pesan yang berapi-api. Flaming secara mudahnya dapat diartikan penghinaan atau komentar kasar terhadap orang lain. Flaming juga dapat berarti lari dari subtansi atau fokus diskusi. Secara lebih luas flaming adalah tindakan provokasi, mengejek, ataupun penghinaan yang menyinggung pengguna lain.
  2. Harassment (gangguan), yaitu pesan-pesan yang berisi gangguan pada e-mail, sms, maupun pesan teks di jejaring sosial dilakukan secara terus menerus. Pelaku harassement akan sering menulis komentar kepada korban yang dimaksudkan untuk menyebabkan kegelisahan dan akan terus mencoba untuk menghasut orang lain untuk melakukan hal yang sama. Pelaku mungkin masuk ke akun korban kemudian dari akun tersebut pelaku mengirim e-mail cabul atau pesan yang membuat orang sakit hati dan biasanya ditujukan ke keluarga korban, teman, rekan kerja dan atasnya, bahkan bisa juga membuat website dengan menggunakan editan foto seksual dari korban untuk kemudian mengirim foto tersebut ke situs porno amatir.
  3. Cybestalking, mengganggu dan mencemarkan nama baik seseorang secara intens sehingga membuat ketakutan besar pada orang tersebut.
  4. Denigration (pencemaran nama baik), yaitu proses mengumbar keburukan seseorang di internet dengan maksud merusak reputasi dan nama baik orang tersebut. Seperti Beberapa kasus bahkan membuat laman khusus di media sosial untuk mempermalukan seseorang. Sebuah laman di Facebook yang berjudul Say No to K dengan jumlah 336.003 like atau suka dibuat untuk mempermalukan citra penyanyi K. Laman ini khusus memposting berita-berita negatif tentang K disertai komentar-komentar kejam dari para anggotanya.
  5. Impersonation (peniruan), berpura-pura menjadi orang lain dan mengirimkan pesan-pesan atau status yang tidak baik.
  6. Outing dan trickery, yaitu outing menyebarkan rahasia orang lain, atau foto-foto pribadi orang lain. Sedangkan trickey adalah tipu daya, membujuk seseorang dengan tipu daya agar mendapatkan rahasia atau foto pribadi orang tersebut.
  7. Exclusion (pengeluaran), yaitu secara sengaja dan kejam mengeluarkan seseorang dari grup online. Kasus ini banyak terjadi di kalangan masyarakat umum berupa peer-group atau kelompok pertemanan.

Dari beberapa bentuk cyberbullying yang telah dijelaskan diatas, bahwa cyberbullying menitikberatkan kepada kekerasan secara verbal secara tidak langsung yang akan berdampak kepada kondisi emosional atau psikis dari korbannya.

  1. Plagiarisme

Plagiarisme oleh (The Office of Research Integrity, 1994) didefinisikan sebagai “to include both the theft or misappropriation of intellectual property and the substantial unattributed textual copying of another’s work”. Produk intelektual yang berisikan ide, data, dan tulisan merupakan bentuk hasil karya yang sering menjadi bahan plagiarisme. Plagiarisme sederhananya adalah melakukan copy dan paste dari produk intelektual orang lain yang disalahgunakan tanpa menyebutkan nama penulis, penemu, dan penggagas orisinal. Plagiarisme dapat terjadi secara disengaja maupun tidak disengaja, kedua alasan motivasional ini tetap dianggap sebagai plagiarisme jika pada dua karya ilmiah terdapat kesamaan tanpa melakukan sitasi dan perubahan teks asli menggunakan kata-kata sendiri(Zalnur, 2012).

Sekarang adalah era “paperless”, ditandai dengan proses penyebaran hasil-hasil penelitian melalui internet secara terbuka atau open access menggunakan tulisan digital atau tanpa harus melalui media yang dicetak pada kertas buku. Era paperless dan internet dapat berdampak dalam menumbuhkan perilaku plagiarisme karena orang mudah mengakses karya orang lain. Cara melakukan plagiarisme berubah dari era teks tinta melalui buku cetak ke era teks digital melalui internet. Ini artinya, jika dulu sebelum ada internet dan komputer orang akan sulit mendeteksi plagiarisme, sekarang dengan bantuan layanan daring akan lebih mudah mendeteksi indikasi plagiarisme.

Berikut adalah plagiarisme yang dibedakan berdasarkan motivasi melakukannya. Tiga jenis plagiarisme dari kategori ini adalah intentional, unintentional, dan inadvertent. Pada dasarnya ketiga jenis plagiarisme ini memiliki benang merah berupa kesengajaan, ketidaksengajaan, dan kelalaian. Plagiarisme tidak dapat dipandang dari motivasinya, plagiarisme tetaplah plagiarisme.

  1. Intentional plagiarism terjadi ketika penulis secara sengaja melakukan aksi plagiarism, disebut pula dengan istilah deliberate plagiarism. Kata atau ide dicatut sebagai tulisan orisinal, padahal produk intelektual tersebut berasal dari orang lain. Plagiarisme ini bentuk yang terberat, karena pelaku melakukannya secara sadar, bahkan merencanakan untuk menipu orang lain. Ada kemungkinan jenis plagiarisme ini menyatu dengan jenis plagiarisme lain, misalnya ada penulis yang sengaja melakukan plagiarisme dengan berusaha mempublikasikan karya ilmiah yang sama di dua penerbit yang berbeda (self-plagiarism).
  2. Unintentional plagiarism adalah bentuk yang berlawanan dengan jenis yang pertama, ditandai dengan ketidaksengajaan. Penulis mendengar atau membaca kata, frase, atau ide orang lain dan kemudian melupakan sumbernya. Pelaku berpikir bahwa apa yang ia tulis adalah ide orisinalnya. Ketidaksengajaan juga bisa bersumber dari ketidaktahuan, karena belum mengetahui secara jelas apa batasan yang disebut plagiarisme dan bukan plagiarisme. Kemungkinan pelaku melakukan jenis unintentional plagiarism karena tidak memahami aturan dasar merujuk materi akademik, mengutip, menuliskan ide, hingga menyusun daftar pustaka.
  3. Inadvertent plagiarism adalah bentuk terakhir dari tipe motivasi plagiarisme. Jenis ini mirip dengan unitentional plagiarism, perbedaannya adalah pelaku lalai atau lengah mengabaikan sumber pemikiran atau tidak mencatat kutipan. Salah satu jalan untuk memastikan bahwa pelaku melakukan jenis intentional, unintentional, atau inadvertent dengan menanyakan atau menginvestigasi langsung. Selain itu, analisis tingkat plagiarisme menggunakan alat atau software tetap dibutuhkan untuk menambah bukti mengenai kasus plagiarisme.

Referensi :

Astuti, I. K. (2020) ‘Jaringan Komputer’. doi: 10.31219/osf.io/p6ytb.

Sudirman, I. and Wahono, R. S. (2003) ‘S e j a r a h K o m p u t e r’, in Kuliah Pengantar IlmuKomputer.Com Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com, pp. 1–9.

Zalnur, M. (2012) ‘Plagiarisme Di Kalangan Mahasiswa Dalam Membuat Tugas-Tugas Perkuliahan Pada Fakultas Tarbiyah Iain Imam Bonjol Padang’, Al-Ta lim, 19(1), p. 55. doi: 10.15548/jt.v19i1.6.

 

 37 total views,  2 views today

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *