Pengantar Teknologi Informasi – Pertemuan 06 – Materi Perkuliahan

Gede Surya Mahendra - Home

Pengantar Teknologi Informasi – Pertemuan 06 – Materi Perkuliahan

Stiki Logo - Short

Mata Kuliah : Pengantar Teknologi Informasi

Kode Mata Kuliah : MPB-201

Program Studi : Teknik Informatika

STMIK STIKOM Indonesia

PERTEMUAN 06

Untuk tampilan lebih baik, dapat mendownload file PDF pada link yang tersedia

Download File Materi PDF

 

TIM PENYUSUN:

I GUSTI AYU AGUNG MAS ARISTAMY, S.TI., M.KOM

CHRISTINA PURNAMA YANTI, S.KOM., M.KOM.

NI KADEK ARIASIH, S.KOM., M.T

 

Materi Ajar
Pemanfaatan Komputer Untuk Komunikasi dan Jenis Jaringannya (lanjutan)

(Pertemuan 6)

Mg Ke- Kemampuan Akhir yang Diharapkan Bahan Kajian Metode Pembelajaran Waktu Pengalaman Belajar Penilaian dan Indikator Bobot Penilaian (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
5,6 Mahasiswa mampu mengetahui pemanfaatan komputer untuk komunikasi dan jenis jaringannya. Ketepatan menunjukkan pemanfaatan komputer untuk komunikasi dan jenis jaringanya. Pembelajaran Centextual Teaching dan learning terkait dengan materi pemanfaatan komputer untuk komunikasi dan jenis jaringannya. [TM : 2x(2×50”)] Menjelaskan komunikasi data dan jaringan komputer beserta komponen- komponennya (hardware jaringan, LAN,MAN,WAN)

Menjelaskan perkembangan jaringan Cloud Computing dan online serta memberikan conto penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kemampuan untuk mengetahui pemanfaatan computer dan jenis jaringan dalam kehidupan sehari-hari serta dapat memberikan contohnya. 5%

Pengertian Topologi Jaringan

Topologi jaringan dalam telekomunikasi adalah suatu cara menghubungkan perangkat telekomunikasi yang satu dengan yang lainnya sehingga membentuk jaringan. Dalam suatu jaringan telekomunikasi, jenis topologi yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan komunikasi. Untuk itu maka perlu dicermati kelebihan/keuntungan dan kekurangan/kerugian dari masing ‐ masing topologi berdasarkan karakteristiknya.

  1. Jenis Topologi

Adapun jenis topologi terbagi menjadi 4 yaitu :

  1. Topologi BUS
  2. Topologi Star
  3. Topologi Ring
  4. Topologi Mesh
  5. TOPOLOGI BUS

page1image52022320

Gambar 26. Topologi Bus

Karakteristik Topologi BUS

  1. Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.
  2. Sangat sederhana dalam instalasi
  3. Sangat ekonomis dalam biaya.
  4. Paket‐paket data saling bersimpangan pada suatu kabel
  5. Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukan adalah Tconnector pada setiap ethernet card.
  6. Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.

Keuntungan Topologi BUS

  1. Topologi yang sederhana
  2. Kabel yang digunakan sedikit untuk menghubungkan komputer‐komputer atau peralatan‐peralatan yang lain
  3. Biayanya lebih murah dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.
  4. Cukup mudah apabila kita ingin memperluas jaringan pada topologi bus.

Kerugian Topologi BUS

  1. Traffic (lalu lintas) yang padat akan sangat memperlambat bus.
  2. Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar.
  3. Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus.
  4. Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.
  5. TOPOLOGI STAR

page2image52035792

Gambar 27. Topologi Star

Karakteristik Topologi STAR

  1. Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB)
  2. Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian di broadcast keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.
  3. Sangat mudah dikembangkan
  4. Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus, maka keseluruhhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.
  5. Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.

Keuntungan Topologi STAR

  1. Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke dalam jaringan yang menggunakan topologi star tanpa mengganggu aktvitas jaringan yang sedang berlangsung.
  2. Apabila satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka computer tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan star.
  3. Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.

Kerugian Topologi STAR

  1. Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub. Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.
  2. Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan yang lain.
  3. Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada hub.
  4. Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.
  5. TOPOLOGI RING

page3image52039120

Gambar 28. Topologi Ring

Karaktristik Topologi RING

  1. Node‐node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
  2. Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
  3. Paket‐paket data dapat mengalir dalam satu arah (kekiri atau kekanan) sehingga collision dapat dihindarkan.
  4. Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
  5. Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).

Keuntungan Topologi RING

  1. Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat dihindarkan.
  2. Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari server.
  3. Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat, karena data dapat bergerak kekiri atau kekanan.
  4. Waktu untuk mengakses data lebih optimal.

Kerugian Topologi RING

  1. Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
  2. Menambah atau mengurangi computer akan mengacaukan jaringan.
  3. Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.
  4. TOPOLOGI MESH

page4image52034176

Gambar 29. Topologi Mesh

Karakteristik Topologi MESH

  1. Topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan‐peralatan yang ada.
  2. Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu sama lain.
  3. Jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubung

 

Keuntungan Topologi MESH

  1. Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.
  2. Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih.
  3. Relatif lebih mudah untuk dilakukan troubleshoot.

Kerugian Topologi MESH

  1. Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah komputer dan peralatan‐peralatan yang terhubung semakin meningkat jumlahnya.
  2. Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.

Cloud Computing

Dibawah ini ada beberapa definisi Cloud Computing yang dapat membantu kita untuk mengenal apa itu Cloud Computing:

  1. Cloud Computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’). Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Internet Cloud adalah suatu model komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan, sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet.
  2. Cloud Computing adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS(software as a service), Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna.
  3. Cloud computing adalah istilah untuk kegiatan menyelesaikan suatu proses atau perhitungan melalui internet dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh suatu kumpulan komputer yang saling terhubung di suatu tempat.
  4. Cloud computing adalah teknologi yang menggunakan internet dan server pusat yang jauh untuk menjaga/mengelola data dan aplikasi.
  5. Cloud Computing secara sederhana dapat didefinisikan adalah “layanan teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan atau diakses oleh pelanggannya melalui jaringan internet”. Kata-kata “Cloud” sendiri merujuk kepada simbol awan yang di dunia TI digunakan untuk menggambarkan jaringan internet (internet cloud).
  6. Cloud Computing bisa diartikan sebagai suatu model yang memungkinkan jaringan dapat diakses dengan mudah sesuai kebutuhan di berbagai lokasi.dimana model ini memungkinkan untuk mengumpulkan sumber daya komputasi seperti network, server, storage, aplikasi dan services dalam satu wadah.

Definisi dan batasan dari Cloud Computing sendiri masih mencari bentuk dan standarnya. Di mana pasarlah yang akan menentukan model mana yang akan bertahan dan model mana yang akan berakhir. Namun semua sepakat bahwa Cloud Computing akan menjadi masa depan dari dunia komputasi. Bahkan lembaga riset bergengsi Gartner Group juga telah menyatakan bahwa Cloud Computing adalah wacana yang tidak boleh dilewatkan oleh seluruh organisasi IT ataupun praktisi IT yang berkepentingan di dunia IT, mulai saat ini dan dalam beberapa waktu mendatang. Ini disebabkan karena Cloud Computing adalah sebuah mekanisme yang memungkinkan kita “menyewa” sumber daya teknologi informasi (software, processing power, storage, dan lainnya) melalui internet dan memanfaatkan sesuai kebutuhan kita dan membayar sesuai dengan yang digunakan oleh kita saja. Dengan konsep ini, maka semakin banyak orang yang bisa memiliki akses dan memanfaatkan sumber daya tersebut, karena tidak harus melakukan investasi besar-besaran.

  1. SYARAT LAYANAN CLOUD COMPUTING

Ada pun beberapa syarat yang harus dipenuhi agar layanan yang ada di Internet dikatakan sebagai layanan Cloud Computing:

  1. Layanan bersifat “On Demand”, pengguna dapat berlangganan hanya yang dia butuhkan saja, dan membayar hanya untuk yang mereka gunakan saja. Misalkan sebuah sebuah internet service provider menyediakan 5 macam pilihan atau paket-paket internet dan user hanya mengambil 1 paket internet maka user hanya membayar paket yang diambil saja.
  2. Layanan bersifat elastis/scalable, di mana pengguna bisa menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan yang dia inginkan kapan saja dan sistem selalu bisa mengakomodasi perubahan tersebut. Misalkan user berlangganan internet pada yang bandwidthnya 512 Kb/s lalu ingin menambahkan kecepatannya menjadi 1Mb/s kemudian user menelpon costumer service meminta untuk penambahan bandwitch lalu customer service merespon dengan mengubah bandwidth menjadi 1Mb/s.
  3. Layanan sepenuhnya dikelola oleh penyedia/provider, yang dibutuhkan oleh pengguna hanyalah komputer personal/notebook ditambah koneksi internet.
  4. Sumber Daya Terkelompok ( Resource pooling), penyedia layanan Cloud Computing memberikan layanan melalui sumber daya yang dikelompokkan di satu atau berbagai lokasi data center yang terdiri dari sejumlah server dengan mekanisme multi-tenant. Mekanisme multi-tenant ini memungkinkan sejumlah sumber daya komputasi digunakan secara bersama-sama oleh sejumlah user, dimana sumber daya tersebut baik yang berbetuk fisik atau virtual, dapat dialokasikan secara dinamis untuk kebutuhan pengguna / pelanggan sesuai permintaan. Dengan demikian pelanggan tidak perlu tahu bagaimana dan darimana permintaan akan sumber daya komputasinya terpenuhi oleh penyedia layanan yang ada di Cloud Computing. Yang penting setiap permintaan dapat dipenuhi. Sumber daya komputasi ini meliputi media penyimpanan, memory, processor, pita jaringan dan mesin virtual.
  5. Akses Pita Lebar, layanan yang terhubung melalui jaringan pita lebar, terutama dapat diakses secara memadai memalui jaringan internet. Baik menggunakan thin client, thick client, ataupun media lain seperti smartphone.
  6. Layanan yang terukur. ( Measured Service ), sumber daya cloud yang tersedia harus dapat diatur dan dioptimasi penggunaannya, dengan suatu sistem pengukuran yang dapat mengukur penggunaan dari setiap sumber daya komputasi yang digunakan (penyimpanan, memory, processor, lebar pita, aktivitas user, dan lainnya). Dengan demikian, jumlah sumber daya yang digunakan dapat secara transparan diukur yang akan menjadi dasar bagi user untuk membayar biaya penggunaan layanan.
  7. MANFAAT DAN TUJUAN CLOUD COMPUTING

Manfaat Cloud Computing :

  1. Skalabilitas – Mudah meningkatkan kapasitas, sebagai kebutuhan komputasi berubah, tanpa membeli peralatan tambahan.
  2. Accessibility – Akses data dan aplikasi melalui internet dari mana saja.
  3. Mengurangi Biaya
  4. Shift Beban – Free staf TI internal dari pembaruan dan isu-isu konstan.

Komputasi awan membawa tujuh manfaat potensial, yaitu :

  1. Data yang disimpan terpusat.
  2. Respon cepat.
  3. Kehandalan kode uji.
  4. Log (records tak terbetas).
  5. Kinerja Perangkat Lunak dengan tingkat keamanan yang tinggi.
  6. Konstruksi yang handal.
  7. Menghemat Biaya uji keamanan yang mahal
  8. SEJARAH PERKEMBANGAN CLOUD COMPUTING

Cloud (Awan) adalah suatu istilah yang dipinjam dari telepon. Sampai tahun 1990an, sirkuit data (termasuk yang membawa lalu lintas internet) yang berkabel keras diantara tujuan. Kemudian perusahaan telepon long-haul mulai menawarkan jasa Virtual Private Network (VPN) atau Jaringan Maya Privat untuk komunikasi data. Perusahaan telepon memungkinkan menyediakan layanan yang berdasarkan VPN dengan jaminan bandwidth sebagai sirkuit yang diperbaiki dengan biaya yang lebih murah karena mereka dapat mengganti lalu lintas untuk menyeimbangkan penggunaan yang mereka lihat cocok. Sehingga penggunaan jaringan mereka secara keseluruhan lebih efektif. Sebagai hasil dari penyusunan ini, memungkinkan untuk menentukan dengan cepat dan tepat jalan mana yang akan dilalui. Simbol cloud (Awan) digunakan untuk menunjukkan tanggung jawab sebuah provider (penyedia layanan), dan Cloud Computing (Komputerisasi awan) memperluasnya untuk melindungi server sebaik infrastruktur jaringannya. Hal yang mendasari konsep cloud computing berawal pada tahun 1960-an, saat John McCarthy, pakar komputasi MIT yang dikenal juga sebagai salah satu pionir intelejensi buatan, menyampaikan visi bahwa “suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publik–seperti listrik dan telpon”. Namun baru di tahun 1995, Larry Ellison, pendiri Oracle, memunculkan ide “Network Computing” sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat itu merajai desktop computing dengan Windows 95-nya. Larry Ellison menawarkan ide bahwa sebetulnya user tidak memerlukan berbagai software, mulai dari Sistem Operasi dan berbagai software lain, dijejalkan ke dalam PC desktop mereka.

PC Desktop bisa digantikan oleh sebuah terminal yang langsung terhubung dengan sebuah server yang menyediakan environment yang berisi berbagai kebutuhan software yang siap diakses oleh pengguna. Ide “Network Computing” ini sempat menghangat dengan munculnya beberapa pabrikan seperti Sun Microsystem dan Novell Netware yang menawarkan Network Computing client sebagai pengganti desktop. Namun akhirnya, gaung Network Computing ini lenyap dengan sendirinya, terutama disebabkan kualitas jaringan komputer yang saat itu masih belum memadai, sehingga akses NC (Network Computing) ini menjadi sangat lambat, sehingga orang-orang akhirnya kembali memilih kenyamanan PC desktop, seiring dengan semakin murahnya harga PC. Merasakan ketidakpraktisan dengan program-program web-based, maka kini diciptakanlah suatu terobosan baru, yaitu Cloud Computing. Aplikasi yang ada di Cloud Computing tidak tergantung pada sistem operasi yang digunakan oleh pemakai (jadi boleh saja memakai Linux, Mac OS, MS Windows, bahkan sistem operasi PDA atau ponsel).

Yang penting, user dapat mengakses Internet, menuju ke alamat atau situs tertentu, untuk menjalankan program yang dia perlukan.Contoh yang paling mudah dijumpai adalah aplikasi Google (di alamat www.google.com/apps) yang di antaranya terdiri atas organiser (pengelola data relasi, jadwal atau kalender, dan email) dan aplikasi bisnis (pengolah kata, pengolah angka, dan program presentasi). Aplikasi tersebut selain gratis, juga selalu diperbarui oleh pembuatnya. Pemakai tidak perlu membayar apapun, kecuali kalau membutuhkan fitur-fitur yang lebih bagus.

Tonggak selanjutnya adalah kehadiran konsep ASP (Application Service Provider) di akhir era 90-an. Seiring dengan semakin meningkatnya kualitas jaringan komputer, memungkinkan akses aplikasi menjadi lebih cepat. Hal ini ditangkap sebagai peluang oleh sejumlah pemilik data center untuk menawarkan fasilitasnya sebagai tempat ̳hosting‘ aplikasi yang dapat diakses oleh pelanggan melalui jaringan komputer. Dengan demikian pelanggan tidak perlu investasi di perangkat data center. Hanya saja ASP ini masih bersifat “private”, di mana layanan hanya dicustomisasi khusus untuk satu pelanggan tertentu, sementara aplikasi yang di sediakan waktu itu umumnya masih bersifat client-server.

Kehadiran berbagai teknik baru dalam pengembangan perangkat lunak di awal abad 21, terutama di area pemrograman berbasis web disertai peningkatan kapasitas jaringan internet, telah menjadikan situs-situs internet bukan lagi berisi sekedar informasi statik. Tapi sudah mulai mengarah ke aplikasi bisnis yang lebihkompleks.Dan seperti sudah sedikit disinggung sebelumnya, popularitas Cloud Computing semakin menjulang saat di awal 2000-an, Marc Benioff ex VP di Oracle, meluncurkan layanan aplikasi CRM dalam bentuk Software as a Service, Salesforce.com, yang mendapatkan sambutan luar biasa di dunia Teknologi Informasi. Dengan misinya yang terkenal yaitu “The End of Software“, Benioff bisa dikatakan berhasil mewujudkan visi bos-nya di Oracle, Larry Elisson, tentang Network Computing menjadi kenyataan satu dekade kemudian.

Selanjutnya Cloud Computing bergulir seperti bola salju menyapu dunia teknologi informasi. Dimulai di tahun 2005, mulai muncul inisiatif yang didorong oleh nama-nama besar seperti Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), Google dengan Google App Engine-nya, tak ketinggalan raksasa biru IBM meluncurkan Blue Cloud Initiative dan lain sebagainya. Semua inisiatif ini masih terus bergerak, dan bentuk Cloud Computing pun masih terus mencari bentuk terbaiknya, baik dari sisi praktis maupun dari sisi akademis. Bahkan dari sisi akademis, jurnal-jurnal yang membahas tentang hal ini baru bermunculan di tiga tahun belakangan.

Akhirnya seperti yang kita saksikan sekarang, seluruh nama-nama besar terlibat dalam pertarungan menguasai ―awan‖ ini. Bahkan pabrikan Dell, pernah mencoba mempatenkan istilah “Cloud Computing”, namun ditolak oleh otoritas paten Amerika. Walaupun di luaran perebutan ―awan‖ ini begitu dasyat, tidak demikian dengan di tanah air Indonesia tercinta ini. Pemain yang benar-benar mencoba masuk di area ini masih sangat sedikit, bahkan jumlahnya bisa dibilang belum sebanyak jari sebelah tangan. Salah satu yang cukup serius bermain di area ini adalah PT Telkom, yang setidaknya saat ini sudah menawarkan dua layanan aplikasi berbasis Software as a Service. Salah satunya melalui anak usahanya, “Sigma Cipta Caraka‖, yang menawarkan layanan aplikasi core banking bagi bank kecil-menengah. Kemudian bekerjasama dengan IBM Indonesia dan mitra bisnisnya, PT Codephile, Telkom menawarkan layanan e-Office on Demand untuk kebutuhan kolaborasi/korespondensi di dalam suatu perusahaan atau organisasi.

  1. CONTOH PENERAPAN CLOUD COMPUTING
  2. Penerapan Cloud Computing pada Google Docs.

Google Docs adalah salah satu produk Google yang dapat mengolah (menyimpan, membuat, meng-edit) program-program aplikasi perkantoran (seperti microsoft office jika diwindows) secara online, diantaranya program-programnya adalah pengolah kata (word processor), pengolah lembar kerja (spreadsheet) dan presentasi (presentation). Penggunakan fasilitas Google DOcs yang harus online / terkoneksi lewat internet merupakan kelemahan dari program ini, namun aplikasi ini banyak mempunyai kelebihan, misalnya jika kita berpergian keluar kota atau bahkan keluar negeri untuk tujuan seminar atau apa saja kita tidak akan bingung ketinggalan dokumen jika semua sudah disimpan di Google DOcs selain itu kita tidak akan kawatir dokumen akan hilang atau rusak seperti halnya jika kita menyimpan di harddisk yang sewaktu-waktu harddisk dapat rusak dan dokumen hilang.

5 Tips And Tricks To Use Google Docs On Mobile - Dignited

Gambar 30. Google Docs

  1. Penerapan Cloud Computing pada Amazon Web Services (AWS)

Amazon menawarkan berbagai macam service yang sangat mirip dengan service- service yang terdapat pada suatu jaringan konvensional. Membangun jaringan virtual dengan Amazon Web Services sangat mudah dilakukan, namun ada sedikit kesulitan menentukan standar dalam infrastruktur Amzon Web Services, yang disebabkan oleh tidak ada batasan dari penggunaan setiap service yang ada pada Amazon Web Servicies.

Gambar 31. Amazon Web Services

  1. Penerapan Cloud Computing pada Microsoft Windows Azure (MWA)

Pada MWA user dimungkinkan untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi dengan basis NET. Dimana user mengembangkan jaringan sesuai dengan kebutuhan, namun MWA menetapkan standar-standar yang tidak bisa dilanggar. Dapat dikatakan atau disimpulkan bahwa MWA merupakan framework – framework aplikasi lengkap yang diimplementasikan dalam jaringan virtual yang memiliki basis yang sama dengan jaringan konvensional.

PERNAKAH MENDENGAR MICROSOFT AZURE?

Gambar 32. Microsoft Windows Azure

  1. Penerapan Cloud Computing pada Biznet.

Biznet Cloud Computing adalah platform komputer generasi masa depan yang dapat memberikan keuntungan untuk perusahaan, dimana keuntungannya tetap fokus pada bisnis, tanpa harus memikirkan cara untuk setup, operasi dan menjaga platform komputer yang berkembang. Platform Biznet Cloud Computing menyediakan pilihan beberapa prosesor, ukuran memory, storage (hard disk) dan berbagai jenis Operating System. Platform ini juga secara otomatis melakukan load balancing sehingga dapat mengirim aplikasi secara maksimal.

Biznet Networks - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gambar 33. Biznet

  1. JENIS LAYANAN CLOUD COMPUTING

Adapun berbagai tipe dari implementasi cloud computing adalah sebagai berikut:

  1. SaaS – Software as a Service

Saas memanfaatkan internet untuk menjalankan aplikasi yang dikelola oleh vendor pihak ketiga. Ketika menggunakan model Layanan SaaS hanya perlu menggunakan aplikasi tersebut tanpa harus mengerti dan mengurus bagaimana layanan yang kamu gunakan seperti data disimpan atau bagaimana aplikasi tersebut di maintenance, karena hal tersebut merupakan service yang disediakan penyedia layanan.

Karakteristik SaaS

Karakteristik membantu dalam menentukan apakah layanan yang digunakan apakah benar Saas atau bukan. Berikut karakteristik Saas :

  1. Dikelola dari lokasi pusat
  2. Di-host di server jauh
  3. Dapat diakses melalui internet
  4. Pengguna layanan tidak bertanggung jawab atas pembaruan perangkat keras atau perangkat lunak

Keuntungan SaaS

  1. Jika menggunakan mjodel layanan Saas, bisa langsung memanfaatkan layanan tersebut tanpa harus membuat sendiri (in-house development).
  2. Pengguna layanan tidak perlu mengkhawatirkan tentang ketersediaan dan reliabilitas aplikasi, Karena hal tersebut sudah dijamin oleh penyedia layanan. Pengguna  layanan hanya perlu fokus pada data miliknya. Perangkat yang dibutuhkan untuk menggunakan aplikasi hanya gadget yang tersambung internet.

Kerugian SaaS

  1. Ketika kamu menggunakan model layanan Saas, tidak memiliki kendali penuh atas layanan aplikasi yang kamu gunakan. Jadi tidak bisa seenaknya mengubah fitur-fitur yang disediakan.
  2. Kurangnya dukungan integrasi dan Kustomisasi
  3. Kurang kontrol dan Keamanan data.
  4. Keterbatasan fitur dan Performa

Saat ini banyak sekali Layanan Saas di Internet, Mulai dari yang versi gratis hingga berbayar, Ini adalah beberapa contoh SaaS yang populer, termasuk: Google G Suite (Appsi), Dropbox , Salesforce , Cisco WebEx , SAP Concur ,Office 365, dan Adobe Creative Cloud. dan dll.

  1. PaaS – Platform as a Service

PaaS (Platform as a Service) adalah layanan Cloud yang disediakan dalam bentuk platform dan dapat dimanfaatkan pengguna untuk membuat aplikasi di atasnya. PaaS memberikan framework bagi developer yang dapat mereka bangun dan gunakan untuk membuat aplikasi yang telah disesuaikan. Ketika menggunakan layanan model Saas, Semua server, penyimpanan, dan jaringan dikelola oleh perusahaan atau penyedia pihak ketiga. Namun para developer dapat mengelola manajemen aplikasi.

Karakteristik PaaS

PaaS sendiri memiliki banyak karakteristik tersendiri daripada layanan cloud lainnya, Berikut ciri-ciri PaaS :

  1. Dibangun di atas teknologi virtualisasi, sehingga sumber daya dapat dengan mudah ditingkatkan atau diturunkan seiring perubahan bisnis kamu
  2. Menyediakan berbagai layanan untuk membantu pengembangan, pengujian, dan penyebaran aplikasi
  3. Dapat diakses oleh banyak pengguna melalui aplikasi pengembangan yang sama
  4. Mengintegrasikan layanan web dan basis data

Keuntungan PaaS

  1. Ketika menggunakan layanan model PaaS, maka dapat membuat aplikasi sendiri dengan banyak fitur yang sudah tersedia. Fitur-fitur tersebut seperti keamanan platform, OS, sistem database, web server, dan framework aplikasi. Jadi kita bisa lebih fokus pada pengembangan aplikasi.
  2. Pengembangan dan penyebaran aplikasi yang sederhana dan hemat biaya
  3. Dapat diukur
  4. Proses Develop dapat menyesuaikan aplikasi tanpa kesulitan mempertahankan perangkat lunak
  5. Pengurangan signifikan dalam jumlah pengkodean yang dibutuhkan
  6.  Migrasi lebih mudah ke model hybrid

Kerugian PaaS

Beberapa masalah yang bisa kamu temukan saat menggunakan Paas yaitu masalah keamanan, Fitur keamanan yang disediakan oleh penyedia layanan PaaS adalah keamanan platform, Hal tersebut berarti keamanan ditujukan kepada platform bukan keamanan aplikasi kita. Sehingga kamu harus tetap memperhitungkan resiko keamanan dari aplikasi kita sendiri.

Sama halnya dengan SaaS, PaaS juga memiliki banyak contoh, Berikut beberapa contoh PaaS, yaitu Heroku, Engine Yard, Amazon Web Service, Windows Azure, Heroku, Force.com, Google App Engine, Apache Stratos, OpenShift, dll.

  1. IaaS – Infrastructure as a Service

IaaS (Infrastructure as a Service) adalah jenis model layanan Cloud yang pada dasarnya merupakan server fisik dan virtual server. Para penyedia layanan IaaS menyediakan resource cloud seperti server, jaringan, storage dan ruang data center.

IaaS merupakan layanan yang memungkinkan kamu menggunakan server tanpa perlu membeli komputer dan peralatannya secara fisik,  melakukan pemeliharaan rutin, dan melakukan konfigurasi perangkat.

Karakteristik IaaS

Karakteristik yang mendefinisikan IaaS meliputi:

  1. Sumber daya tersedia sebagai layanan
  2. Biaya bervariasi tergantung konsumsi
  3. Layanan sangat skalabel
  4. Banyak pengguna di satu perangkat
  5. Organisasi tetap memegang kendali penuh atas infrastruktur
  6. Dinamis dan fleksibel

Keuntungan IaaS

Sesuai yang dijelaskan sebelumnya jika IaaS merupakan model layanan yang pengguna tidak perlu lagi membeli komputer dan peralatannya secara fisik untuk membangun server, melakukan pemeliharaan rutin, dan melakukan konfigurasi perangkat. IaaS juga menawarkan banyak keuntungan, termasuk:

  1. Model cloud computing yang paling fleksibel
  2. Mudah untuk mengotomatiskan penyebaran penyimpanan, jaringan, server, dan kekuatan pemrosesan
  3. Pembelian layanan dapat didasarkan pada konsumsi
  4. Klien memegang kendali penuh atas infrastruktur mereka
  5. Resource dapat dibeli sesuai kebutuhan

Kerugian IaaS

Saat kamu menggunakan model layanan cloud computing IaaS, Maka kamu harus mengurus sendiri OS, keamanan, aplikasi, database, dll. Karena kebanyakan penyedia layanan hanya menyediakan server dan jaringan.

Contoh populer IaaS termasuk DigitalOcean , Linode , Rackspace , Amazon Web Service (AWS) , Cisco Metacloud , Microsoft Azure , dan Google Compute Engine (GCE), dan masih banyak lagi lainnya.

Gambar 34. Infrastructure as a Service

  1. CARA KERJA CLOUD COMPUTING

Seorang pengguna cloud membutuhkan perangkat klien seperti laptop atau komputer desktop, komputer pad, ponsel pintar, atau sumber daya komputasi lainnya dengan web browser (atau rute akses lain yang disetujui) untuk mengakses sistem cloud melalui World Wide Web. Biasanya pengguna akan login ke cloud pada penyedia layanan atau perusahaan swasta. Cloud computing bekerja secara client- server, menggunakan protokol web browser. cloud menyediakan server berbasis aplikasi dan semua layanan data kepada pengguna, dengan output ditampilkan pada perangkat klien. Jika pengguna ingin membuat dokumen menggunakan pengolah kata, misalnya, cloud menyediakan aplikasi yang cocok yang berjalan pada server yang menampilkan pekerjaan yang dilakukan oleh pengguna pada layar web browser klien.

Memori yang dialokasikan untuk web browser sistem klien digunakan untuk membuat data aplikasi muncul di layar sistem klien, tetapi semua perhitungan dan perubahan dicatat oleh server, dan hasil akhir termasuk file yang dibuat atau diubah secara permanen disimpan pada server cloud. Kinerja dari aplikasi cloud tergantung pada kecepatan akses jaringan, dan kehandalan serta kecepatan pemrosesan perangkat klien.

Sejak layanan cloud berbasis web, bekerja pada berbagai platform, termasuk Linux, Macintosh, dan komputer Windows. Ponsel Smart dan perangkat tablet dengan Internet dan mengakses World Wide Web juga menyediakan layanan cloud untuk telecommuting dan pengguna ponsel. Sebuah penyedia layanan mungkin mempuyai kekuatan pemrosesan dari beberapa komputer remote dalam cloud untuk mencapai tugas-tugas rutin seperti back up sejumlah besar data ,pengolah kata , atau pekerjaan komputasi secara intensif. Tugas-tugas ini biasanya mungkin sulit, memakan waktu, atau mahal untuk pengguna individu atau perusahaan kecil untuk menyelesaikan, terutama dengan sumber daya komputasi yang terbatas dan dana.

Dengan komputasi cloud, klien hanya memerlukan komputer sederhana, seperti netbook , dirancang dengan komputasi cloud dalam pikiran, atau bahkan smartphone, dengan koneksi ke Internet, atau jaringan perusahaan, dalam rangka untuk membuat permintaan data dari cloud, maka istilah ” perangkat lunak sebagai layanan “(SaaS). Perhitungan dan penyimpanan dibagi antara computer remote untuk menangani volume besar dari kedua, sehingga klien tidak perlu membeli perangkat keras mahal atau perangkat lunak untuk menangani tugas. Hasil dari tugas pengolahan dikembalikan ke klien melalui jaringan, tergantung pada kecepatan koneksi internet.

Gambar 35. Cloud Computing

  1. RESIKO CLOUD COMPUTING

Dalam segala hal yang berhubungan dengan teknologi baru, selain menawarkan keunggulan-keunggulan dan segala kemudahannya, tentunya ada resiko yang harus siap ditanggung. Begitu pula dengan cloud computing. Di samping segala keunggulan dan kemudahannya, teknologi cloud computing tetap memiliki resiko. Beberapa resiko yang mungkin terjadi antara lain:

  1. Service Level

Cloud provider mungkin tidak akan konsisten dengan performance dari application atau transaksi. Hal ini mengharuskan anda untuk memahami service level yang anda dapatkan mengenai transaction response time, data protection dan kecepatan data recovery.

  1. Privacy
    Karena orang lain / perusahaan lain juga melakukan hosting kemungkinan data anda akan keluar atau di baca oleh pemerintah U.S. dapat terjadi tanpa sepengetahuan anda atau approve dari anda.
  2. Compliance
    Anda juga harus memperhatikan regulasi dari bisnis yang anda miliki, dalam hal ini secara teoritis cloud service provider diharapkan dapat menyamakan level compliance untuk penyimpanan data di dalam cloud, namun karena service ini masih sangat muda anda diharapkan untuk berhati hati dalam hal penyimpanan data.
  3. Data Ownership

Apakah data anda masih menjadi milik anda begitu data tersebut tersimpan di dalam cloud? mungkin pertanyaan ini sedikit aneh, namun anda perlu mengetahui seperti hal nya yang terjadi pada Facebook yang mencoba untuk merubah terms of use aggrement-nya yang mempertanyakan hal ini.

  1. Data Mobility

Apakah anda dapat melakukan share data diantara cloud service? dan jika anda terminate cloud

Teknologi VoIP

Voice over Internet Protocol (VoIP) bukan merupakan teknologi baru. VoIP adalah suatu mekanisme teknologi yang memungkinkan terjadinya percakapan (voice) baik jarak jauh maupun dekat, dengan memanfaatkan internet (www.total.or.id). Terlepas dari kualitas suara yang tidak sebagus sambungan telepon biasa, para pelaku bisnis dan pemilik perusahaan mulai melirik penggunaan VoIP terutama untuk menekan pengeluaran.

Dalam VOIP, suara diubah menjadi data dan dikirim lewat jaringan internet. Ia bisa lebih murah sebab menggunakan pita frekuensi (bandwidth) dengan sistem kompresi yang tingkatnya lebih besar dibanding kompresi di selular. Di GSM, suara normal yang dikodekan dalam 64 kilobit bisa ditekan sampai 13,3 kilobit per detik dan mutu suara itu sudah terbiasa kita dengar lewat ponsel.

Kompresi juga dilakukan di STDI (Sentral Telepon Digital Indonesia), sehingga satu kanal kapasitas 64 kilobit dapat digunakan atau diduduki oleh 4-5 suara. Lebih hebat lagi, dengan teknologi VOIP, kompresi dilakukan sedemikian rupa, sehingga tiap kanal tidak lagi 13,3 kilobit tetapi menjadi cuma 8 kilobit dan nantinya akan lebih kecil lagi.

Teknologi ini memang hanya berguna jika dipakai untuk percakapan interlokal dan internasional karena mengurangi biaya percakapan hampir separuhnya sehingga bisa dipakai untuk menghemat pengeluaran. Mengenai kualitas suara, tidak terlalu jauh berbeda dengan menggunakan cara konvensional namun tetap tergantung daripada kualitas jaringan telekomunikasi di masing-masing daerah atau negara lawan bicara.VOIP dapat digambarkan secara sederhana sebagai sebuah panggilan yang memanfaatkan teknologi dengan mengubah suara manusia menjadi sinyal digital untuk selanjutnya dipangkas (istilah asingnya compression) di beberapa bagian, tanpa mengurangi kandungan informasi yang ada selanjutnya dibagi menjadi paket-paket Internet Protocol (IP) kemudian ditransmisikan melalui jaringan internet, proses sebaliknya dilakukan di sisi penerima.

Contoh protokol jaringan yang digunakan untuk mengimplementasikan VoIP meliputi:

  • H.323
  • Media Gateway Control Protocol (MGCP)
  • Session Initiation Protocol (SIP)
  • Real-time Transport Protocol (RTP)
  • Session Description Protocol (SDP)
  • Inter-Asterisk eXchange (IAX)

Keuntungan VoIP

  • Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh. Penekanan utama dari VoIP adalah biaya. Dengan dua lokasi yang terhubung dengan internet maka biaya percakapan menjadi sangat rendah.
  • Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara. Berguna jika perusahaan sudah mempunyai jaringan. Jika memungkinkan jaringan yang ada bisa dibangun jaringan VoIP dengan mudah. Tidak diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara.
  • Penggunaan bandwidth yang lebih kecil daripada telepon biasa. Dengan majunya teknologi penggunaan bandwidth untuk voice sekarang ini menjadi sangat kecil. Teknik pemampatan data memungkinkan suara hanya membutuhkan sekitar 8kbps bandwidth.
  • Memungkinkan digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah ada. Dengan adanya gateway bentuk jaringan VoIP bisa disambungkan dengan PABX yang ada dikantor. Komunikasi antar kantor bisa menggunakan pesawat telepon biasa
  • Berbagai bentuk jaringan VoIP bisa digabungkan menjadi jaringan yang besar. Contoh di Indonesia adalah VoIP Rakyat (http://www.voiprakyat.or.id)
  • Variasi penggunaan peralatan yang ada, misal dari PC sambung ke telepon biasa, IP phone handset

Kelemahan dari VoIP

  • Kualitas suara tidak sejernih jaringan PSTN. Merupakan efek dari kompresi suara dengan bandwidth kecil maka akan ada penurunan kualitas suara dibandingkan jaringan PSTN konvensional. Namun jika koneksi internet yang digunakan adalah koneksi internet pita-lebar / broadband seperti Telkom Speedy, maka kualitas suara akan jernih – bahkan lebih jernih dari sambungan Telkom dan tidak terputus-putus.
  • Ada jeda dalam berkomunikasi. Proses perubahan data menjadi suara, jeda jaringan, membuat adanya jeda dalam komunikasi dengan menggunakan VoIP. Kecuali jika menggunakan koneksi Broadband (lihat di poin atas).
  • Regulasi dari pemerintah RI membatasi penggunaan untuk disambung ke jaringan milik Telkom.
  • Jika belum terhubung secara 24 jam ke internet perlu janji untuk saling berhubungan.
  • Jika memakai internet dan komputer di belakang NAT (Network Address Translation), maka dibutuhkan konfigurasi khusus untuk membuat VoIP tersebut berjalan
  • Tidak pernah ada jaminan kualitas jika VoIP melewati internet.
  • Peralatan relatif mahal. Peralatan VoIP yang menghubungkan antara VoIP dengan PABX (IP telephony gateway) relatif berharga mahal. Diharapkan dengan makin populernya VoIP ini maka harga peralatan tersebut juga mulai turun harganya.
  • Berpotensi menyebabkan jaringan terhambat/Stuck. Jika pemakaian VoIP semakin banyak, maka ada potensi jaringan data yang ada menjadi penuh jika tidak diatur dengan baik. Pengaturan bandwidth adalah perlu agar jaringan di perusahaan tidak menjadi jenuh akibat pemakaian VoIP.
  • Penggabungan jaringan tanpa dikoordinasi dengan baik akan menimbulkan kekacauan dalam sistem penomoran

 41 total views,  2 views today

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *